Bank Mandiri Luncurkan Fitur SPE-GRK di Livin’ untuk Dorong Nasabah Terlibat Aksi Iklim

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Bank Mandiri Tbk meluncurkan fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) untuk segmen ritel melalui platform Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri sebagai bagian dari dukungan terhadap ekonomi berkelanjutan dan aksi iklim.

Fitur SPE-GRK Dorong Partisipasi Nasabah

Peluncuran inovasi ini diumumkan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan dalam kampanye Aku Net-Zero Hero di Bursa Efek Indonesia.

Fitur SPE-GRK merupakan hasil kolaborasi dengan IDXCarbon untuk membuka akses pasar karbon melalui layanan digital kepada masyarakat luas.

"Melalui fitur ini, kami ingin mendorong partisipasi aktif nasabah dalam aksi iklim. Tidak berhenti pada peningkatan awareness atas jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, nasabah juga kami dorong untuk mengambil peran dalam mengimbanginya melalui mekanisme carbon offset yang kredibel dan terverifikasi," ungkapnya.

Melalui Livin’ Planet, nasabah dapat menghitung jejak karbon menggunakan carbon calculator serta membeli SPE-GRK secara langsung.

Fitur ini juga dilengkapi edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait emisi karbon dan mendorong gaya hidup rendah karbon.

"Inovasi ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menyediakan solusi keberlanjutan yang semakin relevan, mudah diakses, dan berdampak bagi nasabah," ujarnya.

Mekanisme dan Dampak Pengurangan Emisi

Mekanisme carbon offset dilakukan dengan mendukung pengurangan atau penyerapan emisi melalui penanaman pohon, energi terbarukan, dan efisiensi energi.

"Sementara itu, carbon credit merepresentasikan pengurangan atau penyerapan emisi sebesar 1 ton CO2 ekuivalen yang dapat diperdagangkan sebagai instrumen dalam mekanisme tersebut," jelasnya.

SPE-GRK merupakan unit karbon yang telah melalui proses pengukuran, pelaporan, dan verifikasi sebagai bukti pengurangan emisi yang dapat digunakan individu maupun institusi.

Saat ini, SPE-GRK berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Sei Mangkei milik Pertamina New & Renewable Energy di Sumatera Utara.

Proyek berkapasitas 2,4 MW tersebut mengolah limbah kelapa sawit menjadi energi terbarukan dan berkontribusi mengurangi emisi sekitar 265 ribu ton CO2 ekuivalen atau setara dengan emisi sekitar 30 ribu kendaraan berbahan bakar bensin.

Bank Mandiri juga melanjutkan kampanye Mandiri Looping for Life untuk pengelolaan limbah tekstil dan pemberdayaan UMKM serta brand lokal.

Pada 2025, program tersebut mencatat 1.398 transaksi Livin’ Planet dengan nilai Rp135,2 juta.

Transaksi tersebut dikonversi menjadi penanaman 1.292 pohon yang mengurangi emisi sebesar 45,32 ton CO2 ekuivalen.

"Inisiatif ini menegaskan peran sektor keuangan sebagai enabler dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga dengan memperluas akses, meningkatkan awareness, dan menghadirkan solusi praktis bagi masyarakat," tegasnya.

Bank Mandiri menyatakan akan terus memperkuat inovasi berbasis ESG serta kolaborasi untuk memperluas inklusi keberlanjutan.

Perseroan optimistis dapat menjadi katalis dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malaysia Tantang Vietnam di Final Piala AFF U-17 2026
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Bahan Pakaian Terbaik untuk Digunakan di Cuaca Panas
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Kamis 23 April 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street, Rekor Baru di Jepang hingga Taiwan
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Laporan JP Morgan: Ketahanan Energi Indonesia Unggul di Dunia
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.