Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street, Rekor Baru di Jepang hingga Taiwan

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia cenderung menguat pada perdagangan Kamis (23/4/2026), mengikuti reli kuat di Wall Street yang ditopang kinerja laba perusahaan.

Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street, Rekor Baru di Jepang hingga Taiwan. (Foto: JPX)

IDXChannel – Bursa saham Asia cenderung menguat pada perdagangan Kamis (23/4/2026), mengikuti reli kuat di Wall Street yang ditopang kinerja laba perusahaan.

Investor cenderung mengabaikan lonjakan harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah dan lebih fokus pada solidnya musim laporan keuangan.

Baca Juga:
LPPF Tebar Dividen Jumbo, Optimistis Laba Kuartal I-2026 Tembus Rp600 Miliar

Semalam, indeks S&P 500 naik 1 persen, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,6 persen dan ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Awal musim laporan keuangan yang kuat membantu meredakan kekhawatiran terhadap daya beli konsumen Amerika Serikat, meski harga energi meningkat.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Menguat ke 7.564, WBSA-AMIN Masuk Top Gainers

Di kawasan Asia, indeks saham regional menguat luas. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mencetak rekor baru dengan kenaikan sekitar 1 persen, didorong lonjakan saham-saham teknologi.

Bursa di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan kembali mencatat rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut, dengan Nikkei 225 menembus level 60.000.

Baca Juga:
Laba Tesla Melesat 17 Persen Jadi Rp8 Triliun pada Kuartal I-2026

Sebaliknya, pergerakan di China dan Hong Kong cenderung terbatas. Indeks blue chip China naik tipis, sementara Hang Seng Index justru melemah sekitar 0,3 persen.

Kenaikan pasar saham terjadi meski harga minyak terus menanjak. Kontrak Brent crude naik 0,5 persen ke kisaran USD102,45 per barel, setelah melonjak 3,5 persen pada sesi sebelumnya dan kembali menembus USD100.

Lonjakan ini dipicu meningkatnya risiko pasokan setelah Iran dilaporkan menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz.

Strategis investasi global Nuveen, Laura Cooper, menilai, dikutip Reuters, pasar sejauh ini cukup tangguh dalam mengabaikan berbagai risiko. Namun, ia mengingatkan bahwa daftar risiko terus bertambah dan tidak bisa diabaikan selamanya.

“Pasar tampak efektif menepis risiko, tetapi ketidakseimbangan ini tidak akan bertahan tanpa batas. Pada titik tertentu, faktor yang diabaikan bisa menjadi penentu utama,” ujarnya.

Sementara itu, kontrak berjangka (futures) Wall Street sedikit melemah di sesi Asia, mencerminkan kehati-hatian investor.

Kepala riset pasar National Australia Bank, Skye Masters, menilai pasar mungkin belum sepenuhnya memperhitungkan potensi gangguan pasokan energi yang bisa berlangsung lebih lama. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Selidiki Laporan terhadap Abu Janda-Ade Armando, Analisis Video Ceramah JK
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Sidang Perdana John Field dkk Terkait Kasus Suap Impor Digelar 6 Mei
• 6 jam laludetik.com
thumb
Kemenperin Harap Pajak Kendaraan Listrik Tak Ganggu Penjualan dan Produksi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kubu Nadiem Bersurat ke MA-DPR, Protes Keras soal Jalannya Sidang dan Hakim
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Lewat Kegiatan Ini, Bea Cukai Perkuat Pemahaman Kepabeanan Bagi CPMI di Sidoarjo & Mataram
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.