Jurnalis Lebanon Senjaga Dibunuh dalam Serangan Udara Israel

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Beirut: Badan Pertahanan Sipil Lebanon telah mengonfirmasi kematian Amal Khalil, seorang jurnalis dari harian al-Akhbar di negara itu.

Badan itu mengatakan bahwa Khalil sengaja dijadikan sasaran serangan Israel di kota at-Tiri di selatan, tempat jenazahnya kemudian ditemukan dari reruntuhan.

Baca Juga :

Kembali Langgar Gencatan Senjata, Serangan Israel Tewaskan Dua Orang di Lebanon

Menurut TV Al-Jadeed Lebanon, Khalil tewas pada hari Rabu setelah terjebak di bawah reruntuhan akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan. Palang Merah Lebanon kemudian mengambil jenazahnya, dan juga mengkonfirmasi kematiannya.

Jurnalis lain, Zeinab Faraj, yang bersama Khalil, dievakuasi ke rumah sakit dan menjalani operasi.
Serangan Menghalangi Akses Penyelamatan Laporan sebelumnya mengatakan serangan udara menghantam jalan yang menghubungkan at-Tiri dan Haddatha, menghalangi tim penyelamat untuk mencapai para jurnalis yang terjebak. Sumber-sumber Lebanon menyatakan bahwa baik Palang Merah Lebanon maupun tentara Lebanon dicegah untuk mengakses daerah tersebut.

Kantor Berita Nasional Lebanon dan seruan yang disebarkan oleh jurnalis di media sosial menunjukkan bahwa serangan itu tampaknya bertujuan untuk memutus akses ambulans. Rangkaian serangan dijelaskan Hashem al-Sayyed Hassan, seorang koresponden dari jaringan al-Manar Lebanon, mengatakan,”insiden itu merupakan kejahatan yang direncanakan dan disengaja serta penargetan langsung oleh Israel”.

“Serangkaian serangan terjadi selama beberapa jam. Serangan drone pertama menghantam kendaraan sipil, diikuti oleh serangan lain yang menargetkan mobil para jurnalis,” ujar Hassan, seperti dikutip dari Press TV, Kamis 23 April 2026.

Meskipun koordinasi segera dilakukan dengan tim darurat, akses penyelamatan tertunda karena izin ditahan.

Para jurnalis berpindah-pindah lokasi untuk mencari perlindungan, tetapi sekitar satu jam kemudian, serangan udara menghantam rumah tempat mereka bersembunyi. Palang Merah baru diizinkan mencapai daerah tersebut tak lama setelah serangan terakhir itu.

Ia menambahkan bahwa keberadaan mereka telah diketahui dan dikomunikasikan secara publik oleh otoritas Lebanon, layanan darurat, dan media. Sebelumnya, Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos, mengecam rezim Israel karena "menargetkan dan mengepung jurnalis" setelah serangan di at-Tiri.

"Kami mengutuk keras serangan ini, dan sepenuhnya meminta pertanggungjawaban Israel atas keselamatan mereka, serta menegaskan perlunya segera memastikan perlindungan mereka dan menjamin kebebasan kerja media," kata Morcos di X.

Perkembangan ini terjadi meskipun ada gencatan senjata 10 hari antara rezim Israel dan Lebanon yang mulai berlaku tengah malam antara Kamis dan Jumat, setelah berminggu-minggu pertempuran lintas perbatasan yang intensif akibat eskalasi Israel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PAN soal Usul KPK Ketum Parpol Cuma 2 Periode: Fokus Saja Penegakan Hukum
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
BI Sumut Inisiasi Pengiriman 1,05 Ton Cabai dari Karo ke Palangka Raya Kalteng
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Hormuz Memanas! Detik-Detik Militer Iran Cegat Kapal Tanker Diduga Milik Israel
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Hammersonic 2026: Ubah Lineup, Protes Tiket, Hingga Janji Refund 100 Persen
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Guru Besar Unhan: Lanskap Pertahanan Bergeser dari Konvensional Menuju Ancaman Siber!
• 17 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.