Perang di Kawasaki Teluk, Perusahaan Pertahanan AS Alami Lonjakan Pesanan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perusahaan-perusahaan pertahanan Amerika Serikat (AS) melaporkan lonjakan permintaan peralatan militer. Hal itu sebagai imbas perang di kawasan Teluk, yang mendorong pesanan baru dari pemerintah di seluruh dunia.

Laporan pendapatan pada Selasa (22/4/2026), menunjukkan bahwa pada 2026, akan menjadi tahun yang kuat setelah tahun 2025 yang solid bagi sejumlah perusahaan pertahanan AS. Hal itu menyusul konflik yang terus berlanjut di Gaza dan Ukraina, pelanggaran Rusia ke wilayah udara Eropa, manuver China menuju Taiwan, serta ketegangan di Laut Merah.

Baca Juga
  • Jepang Masuk Medan Perang Ukraina, Lawan Drone Rusia Asal Iran
  • China Geram Jepang Revisi Senjata, Bisa Ekspor Alutsista ke-17 Negara
  • Laporan: Iran Hancurkan Pesawat C-130 Milik AS

Kini, lebih banyak pemerintah memesan peralatan militer di tengah meningkatnya perselisihan geopolitik. Bagi mereka yang sudah terlibat konflik, ada kebutuhan untuk mengeluarkan lebih banyak biaya untuk mengisi kembali persediaan atau memelihara mesin.

Perusahaan pertahanan AS, RTX, Northrop Grumman, dan General Electric (GE) Aerospace semuanya melaporkan peningkatan pesanan pada kuartal pertama. Meskipun berharap untuk "resolusi berkelanjutan" terhadap konflik Asia Barat, CEO RTX Chris Calio mengatakan dalam panggilan analis Wall Street bahwa perusahaan tersebut bekerja sama dengan Pentagon "untuk mempercepat produksi amunisi."

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Para pejabat AS telah mengumumkan perjanjian baru dalam beberapa bulan terakhir, untuk meningkatkan produksi rudal Tomahawk, Patriot, dan GEM-T, di antara sistem senjata lainnya. Unit RTX Raytheon sebelumnya mengumumkan lima perjanjian "penting" dengan Pentagon yang digambarkan Calio sebagai "sangat penting untuk keamanan nasional."

Perusahaan tersebut telah menginvestasikan hampir 900 juta dolar AS atau sekitar 15,5 triliun untuk memperluas kapasitas. "Situasi saat ini jelas menggarisbawahi kebutuhan akan amunisi, kedalaman, teknologi pertahanan udara dan rudal terintegrasi, dan kemampuan yang lebih canggih untuk melawan ancaman yang terus berkembang," kata Calio.

"Kami melihat permintaan yang sangat, sangat kuat, baik di dalam negeri maupun internasional," tambahnya saat perusahaan menaikkan beberapa proyeksi keuangan setahun penuh dikutip dari Defense Post.

Demikian pula, GE Aerospace menggambarkan kuartal pertamanya sebagai "kuat," dengan pendapatan melonjak 25 persen. Hal itu mengingat apa yang digambarkan oleh CEO Larry Culp sebagai "lanskap geopolitik yang dinamis."

Culp mengatakan dalam konferensi pers, perusahaan memperkirakan perang di kawasan Teluk dan dampaknya akan berlanjut hingga musim panas. Dalam program pertahanannya, GE Aerospace terus "beraksi dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan militer prioritas tinggi dalam mendukung prajurit AS dan sekutu," tambah Culp.

Namun, perusahaan yang memproduksi mesin untuk Boeing dan Airbus itu juga mengalami beberapa dampak buruk akibat perang. Pengurangan perjalanan di kawasan Teluk berdampak pada bisnis pemeliharaan perusahaan.

Fasilitas baru

Di Northrop Grumman, tujuannya juga untuk mengirimkan pesanan sistem senjata secepat mungkin. Perusahaan telah menambahkan 20 fasilitas manufaktur baru di AS selama dua tahun terakhir, menurut CEO Kathy Warden. "Jelas, konflik dengan Iran telah menciptakan rasa urgensi yang lebih tinggi," katanya.

Calio dari RTX melanjutkan, kontrak baru-baru ini dengan Pentagon "akan memberikan visibilitas jangka panjang yang dibutuhkan rantai pasokan untuk berinvestasi, yang sangat penting."

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjelasan Imigrasi Depok soal WNA Inggris Tewas Tergantung di Toilet
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
PLN Jatim Rayakan Hari Kartini dengan Edukasi dan Pemberdayaan Perempuan
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Update Cuaca 23 April: Banyak Kota Besar Diguyur Hujan, Manado Cerah Berawan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IRGC Cegat Dua Kapal di Selat Hormuz atas Dugaan Pelanggaran Teritorial
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mengapa Pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Itu Penting?
• 16 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.