DENPASAR, KOMPAS.TV - Setelah Pertamina resmi naikan harga BBM subsidi hingga nonsubsidi pada pertengahan April lalu, sejumlah pelaku usaha kuliner hingga UMKM mengeluhkan kenaikan harga LPG. Bahkan kenaikan harga LPG diketahui mencapai Rp30.000 per tabungnya.
Bahkan berdasarkan pantauan lapangan Putu Fara, jurnalis KompasTV dari Denpasar, Bali mengatakan kondisi ini sangat memberatkan bagi pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung dengan keberadaan stok gas elpiji.
Mayoritas pedagang terpaksa menaikan harga jual hingga untuk mensiasati dan menutup tingginya biaya operasional harian.
"Untuk saat ini LPG betul mengalami kenaikan khususnya di tingkat agen memang sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Itu ada sekitar Rp36.000 per tabung untuk ukuran 12 kg dan sekitar 10 hingga Rp18.000 tertabung untuk ukuran 5,5 kg. Jadi memang benar ini terjadi hampir di seluruh Bali khususnya untuk Denpasar," ujar Putu Fara dikutip dari YouTube KompasTV, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Langka di Pasaran, Harga Minyak Kita Naik hingga Rp20 Ribu per Kemasan
Kenaikan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram sejak pertengahan April 2026 mulai dikeluhkan para pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner. Lonjakan harga yang mencapai lebih dari Rp30.000 per tabung dinilai cukup memberatkan karena berdampak langsung pada biaya operasional harian.
Harga LPG 12 kg yang sebelumnya berada di kisaran Rp192.000 kini meningkat menjadi sekitar Rp228.000 per tabung. Kenaikan ini memaksa para pelaku usaha untuk menambah modal agar tetap bisa menjalankan usahanya.
Salah satu pelaku usaha kuliner di Denpasar, Kadek Putri, mengaku tidak memiliki pilihan selain tetap membeli LPG meski harga meningkat. Pasalnya, kebutuhan gas dalam operasional usaha sangat tinggi setiap harinya.
"Mau enggak mau kita tetap beli ya, karena kita harus pakai gas tiap hari. Sehari kadang pakainya lima atau enam tabung," ujar Kadek dikutip dari YouTube KompasTV.
Ia juga menambahkan bahwa kenaikan harga LPG tidak terjadi sendirian, melainkan diikuti oleh kenaikan bahan baku lainnya. Kondisi tersebut membuatnya terpaksa menyesuaikan harga jual makanan agar bisa menutup biaya operasinal yang mereka gunakan.
Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- lpg
- elpiji
- pelaku usaha kuliner
- umkm
- lonjakan harga
- denpasar





