Kemenperin Perkuat Peran Early Adopter untuk Dorong Pasar Kendaraan Listrik

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat strategi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dengan mendorong peran early adopter atau pengguna awal.
 
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan permintaan pasar yang stabil sekaligus mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, baik dari sisi hulu maupun hilir.
 
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan pemerintah berkomitmen membangun ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh, termasuk melalui peran aktif sebagai pengguna awal.

“Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh. Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari Antara. Baca Juga:
Daftar Motor yang Disarankan Pakai BBM RON 98
Berdasarkan data Kemenperin, pasar kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dalam lima tahun terakhir, industri ini mencatat Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 140 persen.
 
Dari sisi pangsa pasar, kendaraan listrik terus mengalami peningkatan. Pada 2025, market share kendaraan listrik mencapai 21,71 persen, yang terdiri dari battery electric vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, hybrid electric vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen, serta plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen.
 
Kontribusi produksi kendaraan listrik terhadap total produksi nasional juga menunjukkan tren positif, dengan capaian 11,1 persen pada 2025. Angka ini diproyeksikan meningkat pada 2026 seiring mulai beroperasinya sejumlah pabrikan baru yang mengikuti program insentif kendaraan listrik dalam kondisi completely built-up (CBU).
 
Selain itu, penguatan industri kendaraan listrik nasional turut didukung oleh ekosistem yang semakin terintegrasi. Indonesia kini telah memiliki rantai pasok baterai kendaraan listrik, mulai dari proses refinery, produksi sel baterai, hingga tahap daur ulang (recycling). Baca Juga:
Berapa Lama Baterai Mobil Listrik Awet Dipakai?
“Pemerintah juga terus memperkuat regulasi guna memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik di masyarakat," katanya.
 
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta juga menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan industri ini. Sejumlah produsen otomotif global dan nasional telah menunjukkan komitmennya di Indonesia, seperti Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia, serta Industri Baterai Indonesia.
 
Kehadiran para pelaku industri tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan listrik di kawasan.
 
Sejalan dengan strategi tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan perusahaan untuk memproduksi mobil listrik nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus mempercepat target produksi massal kendaraan listrik nasional yang ditargetkan mulai terealisasi pada 2028.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Militer Israel Kembali Berulah, Kini Pasang Spanduk Rising Lion di RS Indonesia Gaza, Pemerintah RI Murka
• 14 jam lalunarasi.tv
thumb
AS Batasi Intelijen ke Korsel Usai Pernyataan "Offside" Nuklir Korut
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bareskrim Ungkap Modus Penjualan Alat Phishing yang Rugikan Korban Lintas Negara Rp350 Miliar
• 11 menit laluidxchannel.com
thumb
Denada Menang di Sidang, Tudingan Penelantaran Anak Gugur
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Kebut Transformasi Digital, Pemerintah Dorong Sinergi Lintas Sektor
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.