jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah akan memulai pembangunan (groundbreaking) lima proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), di sejumlah titik di Indonesia pada Juni mendatang.
Jika rampung, seluruh proyek diharapkan dapat mengolah lebih dari 7.000 ton sampah per hari.
BACA JUGA: IPST ASARI Operasikan Mesin Baru, Olah 300 Kilogram Sampah Plastik Sekali Proses
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebutkan bahwa kelima proyek tersebut akan berlokasi di Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya.
Menurut dia, proyek di Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, dan Denpasar Raya merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
BACA JUGA: Pemkot Palembang Segera Terapkan PSEL, Wamendagri: Ini langkah Maju, Terobosan
Sementara itu, proyek di Bandung Raya merupakan mandat Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018.
"Target kapasitas input sampah dapat mencapai lebih dari 1.000 ton per hari per lokasi," ujar Qodari dalam konferensi pers, di Istana Negara, pada Rabu (22/4).
BACA JUGA: Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi & 29 Titik PSEL April Ini
Dia memerinci kapasitas dan area pelayanan untuk masing-masing proyek. Proyek pertama adalah PSEL Denpasar Raya yang direncanakan mampu mengelola 1.200 ton sampah per hari dan melayani Kota Denpasar serta Kabupaten Badung.
Kedua, PSEL Kota Bekasi diharapkan dapat mengolah 1.400 ton per hari. Sementara itu, proyek ketiga adalah PSEL Bogor Raya dengan kapasitas 1.500 ton per hari.
Kemudian, proyek keempat adalah PSEL Yogyakarta Raya dengan kapasitas 1.000 ton per hari.
Proyek yang akan melayani Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul ini telah diumumkan lelangnya pada awal April lalu.
Kelima, PSEL Bandung Raya direncanakan memiliki kapasitas terbesar, yakni 1.853 hingga 2.131 ton per hari yang akan melayani enam daerah, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.
"Selain itu, terdapat pula proyek di Kota Palembang yang kini proses konstruksinya mencapai 74 persen, dengan target operasional Oktober 2026," kata dia.
Qodari menuturkan bahwa groundbreaking ini diharapkan dapat mendukung target pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi di 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada 2029.
Jika seluruhnya terealisasi, kapasitas pengolahan sampah menjadi energi dapat mencapai 33.000 ton per hari, atau setara hampir 23 persen dari total timbulan sampah nasional pada 2029.
Dia menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya mengatasi krisis pengolahan sampah, yang saat ini mencapai 141.296 ton per hari, tetapi juga mendukung transisi energi Indonesia menuju energi baru dan terbarukan (EBT).
"Ini menegaskan komitmen pemerintah melalui PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus langkah menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular," tuturnya. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 500 Ton Sampah Tangsel Dikirim ke Serang Untuk Proyek PSEL
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




