LONDON, KOMPAS.TV - Spanduk bertuliskan "Panic on the streets of London" terangkat di belakang gawang Etihad Stadium setelah peluit panjang berbunyi, Minggu (19/4/2026) kemarin dalam laga Man City vs Arsenal yang berakhir dengan skor 2-1 untuk tuan rumah.
Bagi Arsenal, momen itu merangkum situasi yang kini dihadapi tim besutan Mikel Arteta yakni memimpin klasemen selama berbulan-bulan, lalu tergeser di saat yang paling krusial.
Manchester City kini memimpin Premier League sejak Agustus 2025 lalu dikuasai Arsenal. City saat ini dengan 70 poin setelah mendepak Burnley 1-0. Hasil itu juga membuat City unggul selisih gol atas Arsenal yang juga mengoleksi 70 poin.
Erling Haaland dan kawan-kawan, punya momentum yang sulit dibendung dengan tidak terkalahkan dalam 10 laga liga terakhir.
Sebaliknya, pasukan Mikel Arteta kehilangan empat dari enam laga terakhir di semua kompetisi, termasuk dua kekalahan beruntun di liga.
Ini bukan pertama kali Arsenal berada di posisi ini. Tiga musim terakhir, Arteta membawa timnya finis sebagai runner-up. Kini di musim keempat dengan pola yang tampak serupa.
"Dua minggu lalu, skenario ini tidak terlihat mungkin terjadi," kata kapten City Bernardo Silva usai pertandingan kontra Arsenal, melansir AP.
Baca Juga: Poin Sama dengan Arsenal, Ini Alasan Man City Bisa Geser Puncak Klasemen Premier League
Tekanan Arsenal semakin berat karena harus membagi fokus ke Liga Champions setelah menembus semifinal.
City tidak menghadapi beban ganda serupa dan justru tampil semakin tajam di liga.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Arsenal
- Manchester City
- Premier League
- title race
- Erling Haaland
- Mikel Arteta





