Pemerintah mempercepat rehabilitasi pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara dengan menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan penyaluran wajib melalui verifikasi berlapis agar tepat sasaran dan bebas penyimpangan.
“Ini ada saling-saling crosscheck di bawah duluan sebelum dicek oleh BPS. Ini uang negara, jadi jangan sampai jatuh ke tangan yang tidak berhak. Tapi yang berhak harus kita perjuangkan. Bisa saja dia tidak masuk karena terlambat atau tadi dia tidak ada di tempat waktu itu. Jadi di Bener Meriah saya menemukan seperti itu.” kata Mendagri, Tito Karnavian, dikutip dari tayangan Headline News, Metro TV, Rabu, 22 April 2026.
Baca juga: Tinjau Huntap di Tapanuli Utara, Kepala BNPB Targetkan Juni Rampung
Di Kabupaten Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah pemerintah masih membuka pendataan ulang bagi warga terdampak. Data wajib divalidasi oleh aparat penegak hukum dan BPS untuk menjamin transparansi. Selain perbaikan rumah Kemensos turut menyalurkan logistik harian hingga stimulan ekonomi.
Seluruh bantuan dikirim langsung ke rekening penerima atau melalui PT Pos Indonesia untuk mencegah penyalahgunaan bagi warga dengan rumah rusak berat. Pemerintah menyediakan dana tumbuh hunian. Sebagai langkah mitigasi normalisasi sungai di wilayah prioritas juga dikebut guna mencegah banjir berulang.




