Pantau - Google Cloud resmi meluncurkan Gemini Enterprise Agent Platform dalam ajang Google Cloud Next ’26 di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (22/4), sebagai solusi untuk membantu perusahaan membangun, mengelola, dan mengoptimalkan agen kecerdasan buatan menuju era agentic.
Platform Terpadu untuk Pengembangan Agen AICEO Google Cloud Thomas Kurian mengatakan, "Hari ini, kami melangkah lebih jauh dalam menghadirkan Google AI ke setiap karyawan di setiap alur kerja. Gemini Enterprise kini menjadi sistem menyeluruh untuk era agentic."
Ia menjelaskan bahwa platform tersebut merupakan pengembangan dari Vertex AI yang mengintegrasikan pemilihan model, pembangunan model, serta pengembangan agen sesuai kebutuhan pengguna.
Platform ini juga dilengkapi fitur integrasi agen, DevOps, orkestrasi, dan keamanan untuk mendukung pengembangan AI secara menyeluruh.
Melalui Gemini Enterprise Agent Platform, pengguna mendapatkan akses ke lebih dari 200 model AI melalui Model Garden, termasuk Gemini 3.1 Pro, Gemini 3.1 Flash Image, Lyria 3, hingga model terbuka seperti Gemma 4.
Selain itu, Google Cloud turut menghadirkan dukungan untuk model pihak ketiga dari Anthropic seperti Claude Opus, Sonnet, dan varian Haiku.
Dorong Transformasi Menuju Agentic EnterpriseKurian menegaskan, "Ke depan, semua layanan Vertex AI dan evolusi peta jalannya akan dikirimkan secara eksklusif melalui Agent Platform, bukan lagi sebagai layanan mandiri, untuk mendukung pengembangan agen generasi berikutnya."
Ia menambahkan, "Ini adalah ‘pintu depan’ baru menuju AI bagi seluruh karyawan Anda, mengubah kapabilitas berdaya, proaktif, dan mandiri (agentic) yang kompleks menjadi cara kerja baru yang sederhana bagi setiap staf."
Selain peluncuran platform tersebut, Google Cloud juga memperkenalkan inovasi lain seperti Tensor Processing Units generasi ke-8 serta pengembangan di bidang data, keamanan, dan produktivitas.
Inovasi ini dirancang untuk membantu organisasi bertransformasi dari penggunaan chatbot sederhana menjadi agen AI otonom yang mampu memahami, menalar, dan bertindak secara mandiri.
Google mencatat sekitar 75 persen pelanggan Google Cloud telah memanfaatkan teknologi AI untuk memperkuat bisnis mereka, termasuk AEON360, CIMB Niaga, DBS, dan Emtek Group.




