Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bantul
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berlangsung lancar dengan tingkat partisipasi tinggi. Sebanyak 12.663 siswa dari 399 satuan pendidikan terdiri atas 366 Sekolah Dasar (SD) dan 33 Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengikuti asesmen berstandar nasional tersebut.
Kelancaran ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul. Berdasarkan pemantauan di lapangan, pelaksanaan berjalan baik meski sempat dihadapkan pada kendala teknis.
Kepala BPMP DIY, Mohammad Adi Hartono, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan TKA berlangsung tanpa hambatan signifikan.
“Secara umum pelaksanaan TKA di Kabupaten Bantul berjalan dengan baik. Kendala yang muncul umumnya terkait listrik dan jaringan internet, namun telah diantisipasi dengan penyediaan cadangan seperti genset,”ujar Adi dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.
Ia menambahkan, pengalaman dari pelaksanaan asesmen sebelumnya turut membantu kesiapan teknis di lapangan.
“Kami sudah cukup terlatih melalui pelaksanaan sebelumnya, sehingga meskipun ada kendala, penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi,” jelasnya.
Adi juga menekankan pentingnya pembaruan data pendidikan sebagai dasar kebijakan.
“Data Dapodik harus terus diperbarui karena menjadi tulang punggung perencanaan pendidikan. Ketidaksinkronan data dapat berdampak pada kebijakan yang diambil,” tegasnya.
Selain itu, keterbatasan sarana prasarana masih menjadi tantangan di sejumlah sekolah.
"Ketersediaan perangkat seperti komputer masih menjadi tantangan, sehingga beberapa sekolah harus membagi sesi pelaksanaan atau memanfaatkan perangkat tambahan,” tambahnya.
Perkuat Sistem Asesmen Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menegaskan bahwa TKA merupakan bagian dari penguatan sistem asesmen pendidikan yang telah dirancang secara matang.
“Pelaksanaan TKA ini bukan kegiatan yang tiba-tiba, tetapi sudah dirancang untuk mendorong anak-anak memiliki kemampuan dan inspirasi belajar yang lebih baik,”ungkap Nugroho.
Ia menjelaskan, sebelumnya satuan pendidikan telah melaksanakan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang kini bertransformasi menjadi TKA dan TKA Daerah (TKA-D).
“Ini merupakan upaya untuk memastikan capaian belajar siswa dapat diukur secara lebih objektif dan terstandar,”ucapnya.
Lebih lanjut, Nugroho menegaskan bahwa hasil TKA akan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan siswa.
“Hasil TKA merupakan capaian individu siswa yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,”kata Nugroho.
Ia juga mengapresiasi kesiapan sekolah-sekolah di Bantul.
“Kami melihat kesiapan sekolah-sekolah di Bantul sangat baik. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan program TKA berjalan optimal,”lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menekankan pentingnya hasil TKA sebagai dasar kebijakan nasional.
“Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional yang lebih tepat sasaran, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran,”ujar Toni.
Pelaksanaan TKA di Bantul mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





