AS Minta Warganya Tinggalkan Iran

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Amerika Serikat (AS) mengimbau warga negaranya yang saat ini masih berada di Iran agar segera meninggalkan negara itu, menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara republik Islam tersebut.

"Mulai 21 April, wilayah udara Iran telah dibuka kembali sebagian. Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran, memantau media lokal untuk mendapatkan informasi terbaru, dan berkonsultasi dengan maskapai penerbangan komersial untuk informasi tambahan tentang penerbangan keluar dari Iran," imbau Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran, Rabu 22 April 2026.

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menguat Sementara Bursa Asia-Pasifik Variatif dan Wall Street Menguat
Bursa Asia Kinclong Susul Wall Street, Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran Dongkrak Pasar

Selain bisa meninggalkan Iran melalui udara, warga AS juga bisa meninggalkan negara itu melalui jalan darat melalui Armenia, Azerbaijan, Turki, dan Turkmenistan.

Namun, warga AS diperingatkan untuk tidak keluar dari Iran melalui Afghanistan, Irak, atau Pakistan.

"Jika Anda tidak meninggalkan Iran, kami meminta semua warga Amerika di Iran untuk tetap berada di tempat tinggal Anda sampai pemberitahuan lebih lanjut. Sebisa mungkin, tetaplah di tempat tinggal, hotel, atau bangunan lain, dan jauhi jendela," demikian imbauan perjalanan yang dirilis pemerintah AS.

Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang Iran, dan kemudian memicu serangan balasan dan peningkatan ketegangan di seluruh Timur Tengah.

Pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu, setelah dimediasi Pakistan.

Pembicaraan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa hasil. Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Para mediator terus berupaya untuk menyelenggarakan putaran perundingan baru.

Pada Selasa 21 April, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan memperpanjang gencatan senjata guna memberi Teheran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Trump mengeklaim bahwa perundingan damai antara kedua negara bisa terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan. (Ant)

Baca Juga :
Menteri Angkatan Laut AS John Phelan Dipecat di Tengah Blokade Laut Iran
Diduga Pemicu Perundingan AS-Iran Tersendat, Dimana Mojtaba Khamenei Sekarang?
Mojtaba Khamenei Disebut Jadi Pemicu Penundaan Perundingan AS-Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manchester City Gusur Arsenal, Burnley Resmi Terdegradasi
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Uang Pungli Izin Tambang Dibagi ke 19 ASN dan Staf ESDM Jatim, Kejati Sita Rp707 Juta
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Pemerintah-Jasaraharja Putera Mulai Kaji Skema Asuransi Pariwisata
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Latihan Militer Gabungan AS–Filipina dan 7 Negara dengan 17.000 Tentara, Tekanan Militer Terpadu terhadap PKT Meningkat
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi di Sungai Cibanten Serang
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.