Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Akademi Dewa United Development, Firman Utina, akhirnya angkat bicara terkait kondisi terkini Rakha Nurkholis yang menjadi korban insiden keras di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20. Ia menegaskan bahwa pihak tim masih memantau perkembangan sang pemain yang kini dalam penanganan medis intensif.
Dalam keterangannya, Firman memberi gambaran bahwa dirinya tidak masuk terlalu jauh ke ranah teknis medis. Namun, ia memastikan bahwa informasi yang diterimanya menunjukkan Rakha masih menjalani proses pemulihan.
Menurut Firman, fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi Rakha stabil terlebih dahulu sebelum berbicara soal kemungkinan kembali ke lapangan. Ia juga menyebut bahwa tim terus berkoordinasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan perkembangan terbaru.
Tak hanya kondisi fisik, Firman turut menyoroti aspek mental Rakha pascainsiden tersebut. Ia menilai semangat pemain muda itu tetap terjaga dan menjadi modal penting dalam proses pemulihan.
Di sisi lain, tim Dewa United juga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan guna mengetahui tingkat cedera yang dialami. Pemeriksaan seperti MRI disebut menjadi penentu langkah penanganan berikutnya.
Insiden yang menimpa Rakha sendiri terjadi dalam pertandingan panas antara Dewa United U-20 kontra Bhayangkara FC U-20. Laga tersebut menjadi sorotan setelah diwarnai keributan hingga aksi kekerasan yang viral di media sosial.
Dalam situasi penuh tensi itu, Rakha menjadi korban tendangan keras yang dilakukan pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga. Momen tersebut terjadi di tengah keributan yang melibatkan banyak pemain di lapangan.
Firman pun mengaku hanya menerima laporan dari tim medis terkait kondisi Rakha sejauh ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil pemeriksaan resmi.
"Saya bukan ahlinya. Ahlinya tim medis. Saya hanya sekadar dapat info dari medis bahwa Rakha masih dalam tahap perawatan," ujar Firman usai pertemuan tim Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 di Tangerang, pada Rabu (22/4/2026).
"Secara psikologi dia tetap ingin cepat sembuh dan dia bagian dari tim kami. Tetap ada perawatan untuk Rakha," tambahnya.




