jpnn.com, JAKARTA - Industri Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) ASARI yang difasilitasi oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group terus memperkuat infrastruktur pengolahan sampahnya.
Saat ini, IPST ASARI telah menyelesaikan proses commissioning mesin pirolisis baru berkapasitas 200 kilogram dalam sekali operasi.
BACA JUGA: Aqua Konsisten Kurangi Sampah Plastik dengan Penggunaan Galon Guna Ulang PET
"Dengan penambahan ini, IPST ASARI kini mengoperasikan dua mesin pirolisis dengan total kapasitas pengolahan sampah plastik mencapai 300 kilogram per siklus operasi," kata Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, Nicko Setyabudi, Rabu (22/4).
Mesin pirolisis terbaru ini telah dilengkapi dengan teknologi vacuum pyrolysis yang canggih. Teknologi ini memungkinkan hasil olahan minyak menjadi lebih berkualitas, lebih bersih, serta minim residu dibandingkan metode sebelumnya.
BACA JUGA: Indonesia-Taiwan Kolaborasi Bahas Timbunan Sampah Plastik di Lautan
Kehadiran inovasi itu makin memperkuat kemampuan IPST ASARI dalam mengolah sampah plastik bernilai rendah atau low value plastic menjadi produk yang memiliki nilai guna tinggi bagi masyarakat.
Nicko menjelaskan dengan beroperasinya dua mesin ini, IPST ASARI kini memiliki kapasitas untuk mengelola hingga lebih dari 35 ribu kilogram atau 35 ton sampah plastik bernilai rendah setiap tahunnya.
BACA JUGA: Bijak Mengelola Sampah Plastik Harus Diterapkan Sejak Dini
"Peningkatan kapasitas ini memungkinkan lebih banyak sampah plastik dialihkan ke jalur pengolahan yang lebih terstruktur dan memberi nilai tambah bagi sistem pengelolaan sampah di tingkat komunitas," ucapnya.
Dia menambahkan, langkah ini memperkuat komitmen Chandra Asri Group dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular dan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Indonesia.
Jenis plastik yang diolah melalui teknologi pirolisis di IPST ASARI meliputi material polyethylene, polypropylene, hingga polystyrene.
Seluruh material tersebut diproses menjadi minyak yang memiliki karakteristik menyerupai bahan bakar solar.
Sejak mulai beroperasi pada 2021 hingga 2025, IPST ASARI mencatatkan pencapaian gemilang dengan mengelola lebih dari 79 ton sampah plastik.
Dari total jumlah tersebut, lebih dari 32 ton telah berhasil diolah melalui teknologi pirolisis dan menghasilkan lebih dari 26 ribu liter minyak.
Capaian itu menunjukkan betapa krusialnya peran teknologi pirolisis dalam mendukung pengelolaan sampah plastik, terutama untuk material yang selama ini sulit didaur ulang secara konvensional.
Penambahan mesin baru ini diharapkan mampu memperbesar kontribusi IPST ASARI dalam mengurangi timbunan sampah plastik yang berpotensi berakhir di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA.
Selain itu, inisiatif ini menjadi bukti nyata penguatan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi antara industri dan masyarakat untuk lingkungan yang lebih bersih. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... BAZNAS Terapkan Green Zakat di Zmart Jepara, Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




