TABLOIDBINTANG.COM - Kediaman Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, rusak parah akibat dijarah masa pada 30 Agustus 2025 lalu. Meski sudah berlalu hampir delapan bulan, proses renovasi rumah tersebut hingga kini masih belum rampung.
Peristiwa penjarahan itu menyebabkan sebagian besar isi rumah hilang. Tidak hanya perabot, sejumlah fasilitas seperti kloset dan wastafel juga ikut dirusak dan dibawa kabur. Kondisi ini membuat bangunan bernuansa putih tersebut harus menjalani perbaikan menyeluruh.
Di tengah proses renovasi, Uya Kuya mengaku menerima banyak saran agar rumah tersebut dijual. Namun, pria bernama lengkap Surya Utama itu memilih untuk mempertahankan kediamannya karena nilai emosional yang melekat kuat.
"Banyak orang yang bilang, 'Udah, Mas, jual aja rumahnya'. Saya bilang, tapi gue mencintai rumah itu. Rumah itu gue bangun dari beberapa belas tahun yang lalu saat gue masih bekerja sendiri. Dan sama sekali enggak ada uang rakyat di situ," kata Uya.
Uya menambahkan bahwa rumah tersebut memiliki sejarah panjang dalam hidupnya. "Dan gue tetep pengin menempati rumah itu karena punya nilai sejarah sendiri," ujarnya.
Kenangan saat awal membangun rumah itu juga masih jelas di ingatannya. Uya mengungkapkan bahwa pembangunan dilakukan sekitar tahun 2013 dengan hasil jerih payahnya bekerja di dunia televisi.
"Kalau nggak salah 2013 ya, 12 tahunan yang lalu saya bangun pakai hasil kerja saya di TV pagi, siang, sore, malam," kenangnya.
Uya menegaskan tidak memiliki rencana untuk menjual rumah tersebut dalam waktu dekat. Baginya, keputusan melepas rumah pertama yang dibangun dari kerja keras pribadi bukan hal yang mudah.
"Jadi kayaknya untuk ngejual rumah itu terlalu beratlah," tandasnya.




