BIREUEN (Realita) – Bupati Bireuen H Mukhlis ST resmi membuka sosialisasi verifikasi data rumah rusak tahap II di Aula Setdakab Lama, Rabu (22/4) siang. Kegiatan ini membekali 212 petugas enumerator sebelum turun langsung melakukan validasi lapangan.
Para petugas tersebut akan memverifikasi total 26.741 unit rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Langkah ini menjadi upaya serius pemerintah daerah untuk memperbaiki akurasi data penerima bantuan.
Baca juga: Bupati Bireuen Tekankan Sinergi Reforma Agraria Pasca Bencana dalam Rakor GTRA 2026
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bireuen, Ir Marwan ST MT, menjelaskan bahwa bimbingan teknis hari pertama ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Peserta terdiri dari TNI-Polri, Kejari, jurnalis, LSM, KNPI, hingga organisasi masyarakat.
Selain itu, tenaga kompilator dari BPBD Bireuen akan mengikuti agenda lanjutan pada Kamis (23/4). Mereka mengemban tugas penting untuk menginput seluruh hasil data verifikasi dari tim lapangan ke dalam sistem.
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, menegaskan bahwa agenda ini merupakan respon atas bencana banjir bandang November 2025 silam. Pemkab Bireuen menjadikan protes masyarakat pada tahap I sebagai bahan evaluasi fundamental.
"Inilah alasan fundamental mengapa hari ini kita berdiri di sini. Verifikasi dan Validasi Rumah Rusak Tahap II. Ini bukan sekadar lanjutan proses administratif, melainkan upaya korektif agar bantuan materil maupun moril dapat terdistribusi secara merata dan adil. Kita tidak ingin ada satupun masyarakat Bireuen yang berhak, namun terabaikan," ungkapnya.
Baca juga: Diduga Hina Profesi, Pemilik Akun Facebook Anderson Kembali Ancam Wartawan di Bireuen
Bupati menambahkan bahwa verifikasi 26.741 rumah merupakan pekerjaan besar yang menguras energi. Oleh karena itu, ia menuntut integritas dan ketelitian tinggi dari seluruh tim agar tidak terjadi kekeliruan berulang.
Pemerintah sengaja melibatkan berbagai elemen masyarakat dan aparat desa dalam tim verifikasi ini. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah tenggat waktu pelaksanaan yang sangat terbatas.
"Kolaborasi ini menjadi kekuatan besar bagi kita untuk menghasilkan data yang benar-benar valid dan juga dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga memahami bahawa waktu untuk pelaksanaan diberikan kurang lebih 6 hari, merupakan waktu cukup singkat dibandingkan jumlah data yang harus diselesaikan," terangnya.
Baca juga: Diduga, Buzzer Sewaan Bupati Bireuen Hina Wartawan Dengan Narasi yang Tidak Senonoh
Meskipun durasi kerja tergolong singkat, Bupati optimis tim mampu menyelesaikan target tersebut dengan baik. Sementara itu, sinergi antarunsur menjadi kunci utama untuk menghadirkan rasa keadilan bagi korban bencana.
"Saya yakin dengan semangat kebersamaan, kerja keras, and niat tulus membantu masyarakat, tugas ini dapat kita laksanakan dengan baik. Saya ingin menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah untuk menghadirkan keadilan dan kepedulian bagi masyarakat kita," ujar Bupati Mukhlis. (mis)
Editor : Redaksi





