PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mencatat pelemahan kinerja bottom line sepanjang Januari-Maret 2026.
IDXChannel - PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mencatat pelemahan kinerja bottom line sepanjang Januari-Maret 2026. Penurunan tersebut terutama disebabkan lonjakan biaya bagi hasil kepada nasabah.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Kamis (23/4/2026), Bank Aladin membukukan pendapatan sebesar Rp216,9 miliar pada kuartal I-2026, meningkat sebesar 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp194,7 miilar.
Pendapatan itu ditopang oleh segmen jual beli, bagi hasil, dan ujrah sebesar Rp146,9 miliar. Sementara pendapatan usaha utama lainnya tercatat sebesar Rp70,1 miliar.
Namun, biaya bagi hasil dana syirkah naik tajam hingga dua kali lipat menjadi Rp192,6 miliar. Alhasil, hak bagi hasil milik bank turun 75 persen dari Rp95,6 miliar menjadi Rp24,3 miliar.
Biaya bagi hasil terbesar berasal dari segmen deposito mudharabah yang mencapai Rp171,7 miliar, mencerminkan periode jatuh tempo di awal tahun. Kemudian disusul oleh tabungan mudharabah Rp11,4 miliar.
Sementara itu, pendapatan usaha lain tumbuh 37 persen menjadi Rp124,5 miliar. Segmen ini didukung oleh pendapatan imbalan jasa perbankan Rp106,9 miliar serta keuntungan atas penjualan surat berharga Rp17, miliar.
Bank Aladin mencatat efisiensi di mana beban operasional turun 22 persen menjadi Rp115,5 miliar. Namun, Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) meningkat dari 88,28 persen menjadi 194,15 persen.
Selain itu, Bank Aladin mencatat kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) di mana rasionya terhadap aset produktif naik dari 0,79 persen menjadi 1,04 persen.
Sementara itu, kualitas kredit memburuk dengan Non Performing Financing (NPF) gross meningkat dari 0,08 persen menjadi 0,48 persen. Namun, angka ini masih jauh di bawah ketentuan regulator.
Hingga 30 Maret 2026, laba bersih Bank Aladin mencapai Rp23,3 miliar. Angka ini turun 30 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp33,5 miliar.
Likuiditas Bank Aladin masih solid. Hal ini tercermin dari posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 43,6 persen dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) 50,19 persen.
(Rahmat Fiansyah)





