Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mulai turun langsung menangani persoalan kebersihan di Kota Bandung yang dinilai belum menunjukkan progres positif.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kinerja petugas kebersihan di tingkat kota belum optimal meskipun jumlah personel tergolong besar.
Dedi mengungkapkan, pihaknya telah memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung untuk membahas persoalan tersebut.
KDM, sapaan akrabnya, menyoroti keberadaan sekitar 1.500 petugas penyapu jalan di Kota Bandung yang dinilai tidak bekerja efektif di lapangan.
"Problem-nya di sapu, penyapunya ada 1.500, tetapi menurut saya tidak berfungsi dengan baik. Hari ini mau saya ajak ketemu untuk dipetakan," ucap Dedi Mulyadi, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, dengan jumlah tersebut seharusnya cakupan wilayah kerja bisa terbagi secara ideal. Dia memperkirakan 1 petugas hanya perlu menangani sekitar 300 meter area, sehingga secara kasat mata hasilnya semestinya terlihat signifikan.
Baca Juga
- Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Sepakati Tata Kawasan Gedung Sate
- Antrian Pelamar ASN & Pabrik Mengular, Vokasi Didorong Buka Peluang Kerja Alternatif
- Pemkab Sumedang Gelar Job Fair, Hadirkan 2.750 Lowongan Pekerjaan
"Dalam hitungan saya itu bisa 1 orang hanya 300 meter daerah garapannya. Jadi saya lihat, yang dari 1.500 itu mungkin hanya tanda tangan saja tapi kerjanya enggak," katanya.
KDM membandingkan kondisi tersebut dengan penanganan kebersihan di ruas jalan provinsi yang kini mulai menunjukkan hasil. Dia menyebut, penempatan petugas oleh Pemprov Jabar sudah terlihat di lapangan, khususnya di jalur Lembang hingga Setiabudi.
"Provinsi Jabar kan sekarang sudah menyebar, yang di jalan provinsi sudah ada yang bawa pacul, sudah mulai bersih. Bapak bisa lihat dari arah Lembang sampai Setiabudi sekarang sudah bersih," ujarnya.
Namun, Dedi mengakui perbedaan kondisi masih terlihat saat memasuki ruas jalan yang menjadi kewenangan kota. Oleh karena itu, Pemprov Jabar akan menambah intervensi dengan menurunkan tambahan tenaga kebersihan.
KDM menyebutkan, sebanyak 100 petugas kebersihan tambahan dari Pemprov Jabar akan ditempatkan di Kota Bandung.
Mereka akan difokuskan untuk menangani trotoar serta sebagian ruas jalan kota yang dinilai masih kotor.
"Trotoarnya sekarang ini ada 100 lagi tambahan tenaga kebersihan Provinsi Jawa Barat yang akan ditempatkan di Kota Bandung," katanya.
Ke depan, pengelolaan kebersihan di sejumlah titik strategis akan melibatkan pemerintah provinsi, baik dari sisi tenaga maupun pengawasan. Dedi optimistis langkah ini dapat mempercepat perbaikan kondisi kebersihan kota.
"Jadi jalan-jalan provinsi dan sebagian jalan Kota Bandung untuk nanti dikelola oleh provinsi, tenaga kebersihannya oleh provinsi. Jadi nanti insyaallah Bandung dalam sebulan ini pasti bersih," tegasnya.
Langkah intervensi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Jabar tidak hanya berperan sebagai koordinator, tetapi juga siap turun langsung menangani persoalan pelayanan publik di daerah, terutama yang menyangkut wajah ibu kota provinsi.





