Dihujat karena Hoaks 750 Dapur MBG, Cinta Kuya Sedih Sang Ayah, Uya Kuya Difitnah Lagi!

grid.id
10 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Cinta Kuya dikabarkan terpukul setelah sang ayah, Uya Kuya, kembali menjadi sasaran fitnah di media sosial. Isu terbaru menyebut Uya memiliki ratusan dapur dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kabar tersebut langsung memicu reaksi publik hingga membuat keluarga terkejut. Bahkan, hujatan dari netizen pun tak terhindarkan dan ikut menyeret kondisi mental Cinta.

Perasaan Cinta Kuya diungkap langsung oleh Uya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Ia menyebut putrinya mempertanyakan kebenaran kabar yang beredar.

“Cinta bilang, ‘Pah ini apa lagi sih?’ terus anak-anak nanya, ‘Emang Papa punya dapur?’,” ujar Uya dikutip melalui Live Grid.ID, Selasa (21/4/2026).

Menanggapi hal itu, Uya dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia memastikan tidak memiliki dapur MBG seperti yang ramai dibicarakan.

“Saya bilang, ‘Cin, Papa sampai sekarang enggak punya satu pun dapur MBG’,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kesal, Uya menuturkan bahwa Cinta merasa sedih karena keluarganya kembali menjadi target fitnah. Situasi ini membuat luka lama seolah kembali terbuka.

“Ya Cinta sedih lah, pastilah,” ucapnya singkat.

Trauma masa lalu juga disebut masih membekas di benak keluarga mereka. Terlebih saat kejadian Agustus 2025 lalu, rumah mereka sempat dijarah akibat hoaks serupa.

“Karena mereka ngalamin apa yang terjadi bulan Agustus itu akibat video hoaks,” ungkap Uya.

Belajar dari pengalaman itu, Uya kini memilih tidak lagi diam. Ia memutuskan untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan fitnah.

 

“Sekarang gue enggak bisa tinggal diam. Kalau ada fitnah ya klarifikasi,” tegasnya.

Tak tanggung-tanggung, Uya telah melaporkan sekitar 10 akun media sosial ke pihak berwajib. Laporan tersebut telah didaftarkan ke Polda Metro Jaya pada 18 April 2026.

Langkah ini diambil setelah ia menemukan unggahan berupa foto editan dengan narasi menyesatkan. Isu tersebut dinilai sangat merugikan dan mencoreng nama baiknya.

Kasus ini kembali menunjukkan dampak serius dari penyebaran hoaks di ruang publik. Tak hanya merusak reputasi, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis keluarga yang terdampak.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kurikulum Berbasis Cinta Ikhtiar Jawab Tantangan Dunia Pendidikan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bangga Membumi 2026 Digelar di Surabaya, Dorong Kolaborasi Gaya Hidup Berkelanjutan
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Langkah Baru Badan Gizi Nasional Agar Program MBG Tepat Sasaran
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
BCA Catat Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026, Tumbuh 3,8 Persen
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi Buru Dua Orang Perempuan Diduga Pengendali Narkoba di Makassar
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.