Observatorium Bosscha Ajak Masyarakat Pantau Asteroid di Langit Indonesia

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi hujan meteor, asteroid. (Sumber: Envato/wirestock)

JAKARTA, KOMPAS.TV-  Observatorium Bosscha mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengamatan fenomena langit langka okultasi asteroid (1201) Strenua yang akan terjadi pada 26 April 2026.

Peristiwa ini menjadi momen penting karena memungkinkan pengamatan langsung terhadap asteroid yang relatif redup, dengan melibatkan jaringan pengamat luas di berbagai daerah.

Mengutip laman resmi Observatorium Bosscha pada Kamis (23/4), kampanye ini mencakup 44 titik pengamatan dari 34 institusi, komunitas astronomi, hingga kontributor individu di seluruh Indonesia. Skala kolaborasi ini menjadikannya salah satu kegiatan astronomi berbasis publik terbesar di Indonesia. 

Observatorium Bosscha juga menurunkan empat tim ke sejumlah lokasi strategis, yakni Lembang (Observatorium Bosscha dan Jayagiri), Ciater (Subang), serta Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kupang dipilih sebagai salah satu titik kunci karena secara klimatologis memiliki peluang langit cerah yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan kemungkinan keberhasilan observasi. 

Baca Juga: Siap-Siap! Asteroid yang Bakal Tabrak Bumi pada 2032 Kemungkinan Jatuh di Lokasi Ini

Dalam fenomena ini, asteroid (1201) Strenua akan melintas tepat di depan bintang HIP 35933 (HD 58050). Hal ini menyebabkan cahaya bintang tersebut “padam” sesaat selama beberapa detik.

Secara ilmiah, okultasi merupakan metode penting dalam astronomi untuk mengungkap karakteristik benda langit berukuran kecil. Dengan menggabungkan data waktu hilangnya cahaya dari berbagai lokasi, peneliti dapat memetakan lintasan bayangan asteroid di permukaan Bumi. 

Dari hasil tersebut, bentuk, ukuran, hingga kemungkinan adanya satelit kecil di sekitar asteroid bisa dianalisis dengan tingkat presisi tinggi. Asteroid (1201) Strenua diketahui sebagai anggota sabuk utama yang berada di antara Mars dan Jupiter. 

Objek ini pertama kali ditemukan pada awal abad ke-20 dan termasuk dalam kategori asteroid berukuran menengah, dengan diameter diperkirakan puluhan kilometer. Karakteristiknya yang redup membuat pengamatan langsung melalui teleskop menjadi terbatas, sehingga metode okultasi menjadi pendekatan paling efektif untuk memperoleh data yang lebih akurat.

Selain itu, hasil pengamatan dari berbagai titik akan membantu memperbaiki model orbit asteroid (1201) Strenua. Informasi ini tidak hanya penting bagi kajian dinamika sabuk asteroid, tetapi juga berkontribusi pada upaya pemantauan objek dekat bumi secara lebih luas. 

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Asteroid
  • Observatorium bosscha
  • Bosscha
  • fenomena astronomi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM & LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Demokrat Nilai Parliamentary Threshold 4 Persen Ideal dan Tak Memberatkan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
JAKI, Foto AI, dan Matinya Moralitas Deontologis dalam Birokrasi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Singapura Masih Jadi Investor Terbesar di RI: China, AS-Jepang Ngintip
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.