Makassar, ERANASIONAL.COM – Sebanyak 393 jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, mulai masuk ke Asrama Haji Sudiang, Selasa, (21/4).
Ratusan jemaah ini mayoritas berasal dari Kabupaten Soppeng dan sebagian lainnya dari Kota Makassar.
Dengan menggunakan puluhan bus, para jemaah tiba di Asrama Haji Sudiang dan langsung diarahkan menuju Aula Arafah untuk mengikuti rangkaian kegiatan pelepasan yang digelar pemerintah bersama Kementerian Haji dan Umrah.
Di lokasi ini, para jemaah juga menerima kartu nusuk yang akan menjadi identitas resmi selama berada di Arab Saudi.
Pembagian kartu tersebut menjadi layanan baru tahun ini karena sebelumnya kartu nusuk diberikan setelah jemaah tiba di Tanah Suci.
Selain itu, petugas haji juga membagikan gelang identitas kepada seluruh calon haji sebagai bagian dari kelengkapan perjalanan ibadah.
Kepala kantor wilayah Kemenhaj Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan terdapat dua layanan baru bagi jemaah tahun ini.
Selain pembagian kartu nusuk di Makassar, pemeriksaan paspor imigrasi Arab Saudi juga dipindahkan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
“Dampaknya, saat tiba di Jeddah maupun Madinah, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan imigrasi,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang calon haji asal Soppeng, Badaruddin, mengaku harus menunggu antrean selama 14 tahun untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji.
Dia mengatakan, biaya pendaftaran haji dikumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil pekerjaannya sebagai perangkat desa sebelum pensiun.
“Tiap tahun saya sisihkan Rp2,5 juta. Sekarang akhirnya bisa berangkat, meski sendiri,” katanya.
Sebagai informasih, tahun ini, Embarkasi Makassar dijadwalkan melayani 16.750 jemaah calon haji dari delapan provinsi di kawasan Timur Indonesia.
Kloter pertama sudah diberangkatkan pada Rabu dini hari melalui bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar tujuan Arab Saudi. []





