HARIAN FAJAR, JAKARTA – Siapa sebenarnya algojo penalti terbaik di Persija Jakarta musim ini? Pertanyaan itu mengemuka setelah kegagalan Maxwell Souza saat menghadapi PSIM Yogyakarta. Hal ini berdampak pada hasil pertandingan. Selain itu menggagalkan peluangnya menyamai David da Silva sebagai top skor Super League Indonesia 2025/2026.
Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (22/4/2026), Persija sejatinya memiliki peluang emas untuk unggul. Saat skor masih 1-1, Maxwell Souza maju sebagai eksekutor penalti di penghujung babak pertama.
Namun peluang itu terbuang. Sepakan Maxwell berhasil ditepis kiper PSIM, Cahya Supriadi. Momentum yang seharusnya menjadi titik balik justru berubah menjadi penyesalan.
Andai penalti tersebut berbuah gol, jalannya laga diprediksi akan berbeda. Persija bisa saja tampil lebih lepas di babak kedua dan berpeluang menambah keunggulan. Namun kenyataan berkata lain—kegagalan itu memperpanjang catatan kurang maksimal Maxwell dari titik putih.
Musim ini, Maxwell Souza sudah empat kali dipercaya sebagai algojo penalti. Dari jumlah tersebut, hanya dua yang berhasil dikonversi menjadi gol, sementara dua lainnya gagal.
Salah satu kegagalan sebelumnya terjadi saat menghadapi Dewa United pada pekan ke-25 di Jakarta International Stadium, 15 Maret 2026. Saat itu, penalti di menit akhir juga gagal dimanfaatkan—padahal peluang kemenangan 2-1 terbuka lebar bagi Persija.
Dua kegagalan tersebut menjadi krusial. Jika Maxwell mampu mencatatkan rasio 100 persen dari titik putih, ia berpotensi menjadi top skor liga musim ini. Bahkan, jumlah golnya bisa menyamai David da Silva dari Malut United dengan koleksi 17 gol.
Allano Lima dan Gustavo Almeida
Di sisi lain, performa berbeda ditunjukkan rekan setimnya, Allano Lima. Gelandang serang tersebut tampil sempurna sebagai eksekutor penalti. Dari empat kesempatan, seluruhnya berhasil dikonversi menjadi gol dengan rasio 100 persen.
Tak hanya Allano, Gustavo Almeida juga menunjukkan efektivitas. Meski baru satu kali menjadi algojo, ia sukses menunaikan tugasnya dengan baik.
Perbandingan ini menegaskan bahwa efektivitas dari titik putih menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan—bahkan posisi di klasemen pencetak gol.
Berikut statistik eksekutor penalti Persija Jakarta di musim ini:
Allano Lima – 4 penalti, 4 gol (100 persen)
Maxwell Souza – 4 penalti, 2 gol (50 persen)
Gustavo Almeida – 1 penalti, 1 gol (100 persen)
Dengan data tersebut, pertanyaan besar pun muncul: siapa seharusnya menjadi eksekutor utama Persija? Di tengah ketatnya persaingan dan krusialnya setiap peluang, ketajaman dari titik putih bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan kehilangan poin. (*)





