Rupiah Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS, Airlangga Sebut Konflik AS-Iran Jadi Penyebabnya

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Airlangga menilai pelemahan rupiah merupakan dampak dari konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terjadi di Timur Tengah. 

Rupiah Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS, Airlangga Sebut Konflik AS-Iran Jadi Penyebabnya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang tembus Rp17.300 per dolar Amerika pada perdagangan Kamis (23/4/2026). 

Airlangga mengatakan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab Bank Indonesia. Namun, dia menilai pelemahan ini juga sebagai dampak dari konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terjadi di Timur Tengah. 

Baca Juga:
Rupiah Sentuh Rp17.300, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi dan Perkuat Instrumen Moneter

"Nanti kita monitor saja [pergerakan nilai tukar rupiah] karena ini kan enggak bisa kita setiap hari reaktif. Itu BI tugasnya menjaga (nilai tukar rupiah) ," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran memberikan tekanan terhadap nilai tukar, tidak hanya rupiah namun banyak mata uang negara-negara lain. Sebab, konflik tersebut menyulut terhambatnya pasokan distribusi energi global akibat penutupan Selat Hormuz. 

Baca Juga:
BI Perkuat Intervensi Pasar seiring Rupiah Sentuh Level Terendah di Rp17.315 per USD

"Ya kan itu gejolak, gejolak global juga. Karena berbagai mata uang di regional juga bergejolak," lanjut Airlangga. 

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan Bank Indonesia akan mengambil lagkah penguatan intervensi di pasar valuta asing guna menekan pelemahan rupiah. 

Baca Juga:
BI Perkuat Intervensi Pasar Valuta Asing Atasi Pelemahan Rupiah

Langkah intervensi dilakukan baik di pasar non-deliverable forward (NDF) luar negeri (offshore) maupun melalui transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar dalam negeri. 

"Upaya ini menjadi bagian dari strategi terpadu BI dalam meredam tekanan eksternal terhadap Rupiah," ujarnya dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Rabu (22/4/2026). 

Selain itu, BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter untuk meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong aliran modal masuk sekaligus menopang stabilitas pasar keuangan domestik.

Di sisi lain, kebijakan transaksi pasar valas turut diperkuat melalui sejumlah penyesuaian. BI meningkatkan threshold tunai pembelian valas terhadap Rupiah, menaikkan batas transaksi jual DNDF/forward, serta memperbesar threshold transaksi swap baik beli maupun jual. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada April 2026.

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Damai, Ini Badai! Trump Tunda Serangan, Iran Dihantam Krisis Internal
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Menteri Imipas Imbau Warga Tak Berangkat Haji secara Ilegal agar Terhindar dari Penipuan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Link Live Streaming Persita Vs Bali United, Mulai Sore Ini Jam 15.30 WIB
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
FSAI 2026 Kembali Digelar di 11 Kota, Angkat Kolaborasi Film Indonesia-Australia
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz usai Trump Perpanjang Gencatan Senjata
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.