-
-
-
-
-
Nama Syekh Ahmad Al Misry sempat menjadi perbincangan usai ramai dituding melakukan pelecehan seksual sesama jenis. Menanggapi tudingan tersebut, Syekh Ahmad Al Misry akhirnya memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah di Instagram miliknya.
Dalam video yang dibagikan, Syekh Ahmad Al Misry menegaskan bahwa dirinya sudah berada di luar negeri saat peristiwa yang dituduhkan ramai jadi sorotan publik. Walau begitu, dia membantah tudingan yang menyebutnya sengaja kabur dari pemeriksaan ke luar negeri.
"Saya Syekh Ahmad Al Misry berangkat ke Mesir pada tanggal 15 Maret 2026, saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026," ucap Syekh Ahmad Al Misry.
Dijelaskan pula oleh Syekh Al Misry bahwa dirinya baru mendapat panggilan untuk pemeriksaan dari pihak kepolisian pada tangga 30 Maret 2026.
"Saya mendapatkan panggilan kepolisian pada tanggal 30 Maret 2026, maka panggilan kepolisian datang sesudah saya berada di Mesir kurang lebih sekitar 15 hari," lanjutnya.
Meski berada di Mesir, namun Syekh Al Misry mengaku tetap berupaya kooperatif dengan memberikan kesaksian kepada pihak berwajib. Selain itu, meski namanya ramai tuding sebagai pelaku, namun pendakwah itu menegaskan bahwa statusnya dalam kasus ini adalah saksi.
"Alhamdulillah saya panggilan kepolisian ini sebagai saksi dan bukan sebagai tersangka sebagaimana dibayangkan atau disebarluaskan oleh banyak orang," tegas Syekh Ahmad Al Misry.
Pada video yang sama, sang pendakwah juga dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya telah melakukan pelecehan seksual terhadap santri. Ia menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan tidak sesuai fakta yang ada. Dia pun telah menyerahkan bukti yang berkaitan dengan bantahannya tersebut.
"Tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak berwenang dan juga ada saksi-saksinya," ujar Syekh Ahmad Al Misry.
Lebih lanjut, Syekh Ahmad Al Misry menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang mengaku mengenalnya tetapi justru menyebarkan informasi yang tidak benar. Oleh karean itu, dia meminta agar publik bisa memilah informasi yang benar terkait dirinya.
"Disayangkan banyak dai-dai yang menyebarkan fitnah-fitnah tersebut tanpa tabayyun kepada saya, padahal nomor kontak saya ada sama mereka," pungkasnya. (ND)





