Perang Iran dan AS, Pengamat HI: Posisi Amerika Serikat Sudah Tidak Bagus

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Presiden AS Donald Trump mendengarkan di Ruang Oval Gedung Putih, Sabtu, 18 April 2026, di Washington. (Sumber: AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dosen Ilmu Hubungan Internasional (HI) Binus University, Tia Mariatul Kibtiah menilai posisi Amerika Serikat (AS) sudah tidak bagus dalam konteks perang dengan Iran. 

Ia menyebut saat ini kondisi domestik AS, ditambah dunia internasional, sudah tidak menunjukkan dukungan kepada pemerintah Donald Trump tersebut. 

"Saat ini posisi Amerika Serikat juga sudah tidak bagus dalam berbagai perspektif, dari kondisi domestik di Amerika, dari dukungan internasional, dari negara-negara aliansi," katanya dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Kamis (23/4/2026). 

Ia menilai saat ini yang tersisa di sisi AS hanyalah Israel, sementara aliansi AS yang lain sudah tidak menunjukkan dukungan. 

Bahkan, Tia menyebut negara-negara teluk atau Gulf Countries yang menjadi harapan terakhir AS untuk ikut dalam perang dengan Iran juga sudah memilih diam. 

Baca Juga: Iran Tembaki Tiga Kapal di Selat Hormuz Ketika AS Memperpanjang Gencatan Senjata

Menurutnya, sejak Tiongkok masuk ke area kawasan, pernyataan-pernyataan pimpinan negara Teluk mulai berubah. Dari yang awalnya cukup mendukung AS, kemudian memilih diam atau meminta perang diakhiri segera. 

"Artinya memang sudah tidak ada pilihan untuk Amerika Serikat. Ketika Iran tidak mau kembali ke meja perundingan, maka tekanan yang dilakukan adalah dengan menyatakan ceasefire (gencatan senjata) yang tidak ada batas waktu," ucapnya. 

Namun, ia menyebut Iran perlu berhati-hati walaupun AS menyatakan gencatan senjata. Ia menilai Presiden AS Donald Trump tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dipegang janjinya. Begitu pula Israel yang merupakan sekutu AS. 

Jadi, menurutnya bukan hal mustahil pada saat gencatan senjata yang sudah diumumkan tersebut, AS bisa tiba-tiba menyerang Iran kembali. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV, Al Jazeera

Tag
  • as
  • amerika serikat
  • iran
  • perang
  • perang iran
  • trump
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dianggap Overthinking, Padahal Insting Ibu Bisa Jadi “Alarm Medis” Pertama untuk Anak
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
HKI nilai dinamika di Timur Tengah tingkatkan minat investor ke KEK
• 3 menit laluantaranews.com
thumb
Bansos Kemensos Triwulan II 2026 Cair via Bank Himbara & Pos: Cek Penerima & Nominal
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Sikat Arsenal, Manchester City Naik Posisi Puncak Klasmen
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Bareskrim Polri Ungkap Peran Sindikat Phising Global yang Beraksi Sejak 2018
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.