TABLOIDBINTANG.COM - Di era digital, informasi parenting mengalir tanpa henti, namun justru memunculkan dilema baru: kewaspadaan ibu sering kali dianggap sebagai “overthinking”.
Padahal, di balik rasa cemas yang muncul tiba-tiba, bisa saja tersimpan sinyal awal kondisi kesehatan si kecil yang tak boleh diabaikan.
Situasi ini kerap dialami banyak ibu. Saat sedang beraktivitas, tiba-tiba muncul perasaan tidak tenang terhadap anak yang sedang tidur.
Ketika diperiksa, anak tampak gelisah, tidur tidak nyenyak, atau bahkan muncul ruam di kulit.
Gejala ini sering dianggap sepele atau hanya fase tumbuh kembang biasa, sehingga suara hati ibu sering teredam oleh logika dan komentar sekitar.
Namun, menurut dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc. Sp.A, pengamatan orang tua justru bagian penting dari deteksi dini kesehatan anak.
Melalui edukasi di akun TikTok pribadinya @iansuteja, ia menegaskan bahwa insting ibu bukan hal yang bisa diremehkan.
“Ingat ya, dokter anak terbaik itu ya bundanya sendiri,” ujar dr. Ian.
Insting Perlu Divalidasi
Ia menjelaskan bahwa ibu adalah pihak yang paling dekat dengan perubahan kecil pada anak, mulai dari perubahan perilaku, pola tidur, hingga kondisi fisik seperti ruam, muntah, diare, batuk, atau pilek berulang.
Tanda-tanda ini, meskipun terlihat ringan, bisa menjadi indikator awal adanya gangguan kesehatan seperti alergi atau infeksi yang membutuhkan perhatian medis.
“Contohnya Bunda melihat ada ruam-ruam yang timbul, jangan disepelekan ya karena bisa jadi ternyata si kecil punya alergi,” tambahnya.
dr. Ian juga menekankan pentingnya tidak berhenti pada asumsi semata. Insting perlu divalidasi agar tidak berubah menjadi kecemasan berkepanjangan.
"Penting bagi Bunda untuk tidak hanya mengandalkan asumsi, tapi juga melakukan langkah validasi," ujar dr. Ian.
Dengan melakukan pemeriksaan atau konsultasi ke dokter, serta memanfaatkan alat deteksi dini yang terstandarisasi menurut dr. Ian, kekhawatiran orang tua dapat diubah menjadi data medis yang lebih objektif.
Langkah ini membantu orang tua mengambil keputusan yang lebih tepat tanpa merasa ragu atau takut dianggap berlebihan.
Justru, tindakan cepat berbasis pengamatan bisa menjadi kunci penting dalam menjaga tumbuh kembang anak secara optimal.
Pada akhirnya, insting ibu bukan sekadar perasaan, melainkan “alarm awal” yang sering kali lebih peka sebelum gejala medis benar-benar terlihat jelas.




