Penulis: Oby Tani
TVRINews, Ende
Wakil Bupati Dominikus Minggu Mere memimpin upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang digelar di Lapangan Desa Fataatu Timur, Kabupaten Ende, Kamis (23/4/2026). Program TMMD ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 1602 Ende resmi dimulai dengan pembangunan jalan penghubung Desa Aelipo dan Desa Fataatu Timur.
Program ini menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat kedua desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ende menyampaikan apresiasi kepada TNI atas kontribusi nyata dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah terpencil.
“Pembangunan jalan ini sangat strategis karena akan menjadi urat nadi baru perekonomian masyarakat. Selama ini akses dari Desa Aelipo ke Desa Fataatu Timur sangat sulit, sehingga dengan adanya jalan ini mobilitas warga dan distribusi hasil bumi akan jauh lebih lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, infrastruktur jalan menjadi kunci penting dalam membuka keterisolasian wilayah serta mengurangi kesenjangan pembangunan antar desa.
Sementara itu, Komandan Kodim 1602/Ende Letkol Inf. Dwi Harry Wibowo menegaskan bahwa personel TNI akan bekerja secara maksimal dan profesional dalam pelaksanaan TMMD tersebut.
“Pengerjaan ini ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan, dengan harapan awal Mei sudah dapat digunakan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung pembangunan tersebut. Menurutnya, keberhasilan TMMD bukan hanya tanggung jawab TNI atau pemerintah, tetapi merupakan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Dalam program ini, pembangunan jalan sepanjang tiga kilometer tersebut didukung anggaran pemerintah daerah dan Mabes TNI dengan total sekitar Rp1 miliar. Selain jalan, juga terdapat pembangunan fasilitas sanitasi berupa kamar mandi dan toilet umum bagi warga.
Pembangunan akses jalan ini diharapkan tidak hanya memperlancar aktivitas ekonomi, tetapi juga mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan terbukanya konektivitas antar desa, potensi wilayah yang selama ini belum tergarap diharapkan dapat berkembang lebih optimal.
Editor: Redaksi TVRINews





