Mobil Listrik Kena Pajak, Kemenperin Berharap Penjualan dan Produksi Tidak Terganggu

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Kemenperin berharap regulasi itu tidak mengganggu penjualan kendaraan listrik electric vehicle/EV) yang berimbas pada produksi EV nasional.

Mobil Listrik Kena Pajak, Kemenperin Berharap Penjualan dan Produksi Tidak Terganggu

IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) buka suara terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 yang menetapkan besaran pajak kendaraan, termasuk kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB) atau battery electric vehicle (BEV).

Kemenperin berharap regulasi itu tidak mengganggu penjualan kendaraan listrik electric vehicle/EV) yang berimbas pada produksi EV nasional.

Baca Juga:
Lamborghini Batalkan Produksi Mobil Listrik Mewah, CEO: Permintaannya Hampir Nol

"Mudah-mudahan kenaikan ini tidak berimplikasi besar pada penjualan yang nanti akhirnya berujung pada produksi mobil listrik di Indonesia," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta, di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Sebelum adanya aturan Permendagri itu, pemilik kendaraan listrik tidak dikenakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Namun, dengan adanya Permendagri ini, biaya kepemilikan pasti akan naik.

Baca Juga:
Gunakan Mobil Listrik ke Istana, Mensos: Hasil Undian Tak Diambil Masyarakat

"Total kepemilikan biaya ini akan naik, ya ini yang tadinya sudah tidak ada PKB atau BBNKB setiap tahun ini kan akan ada. Dan ini akan menambah operasional ke depannya," katanya.

Baca Juga:
Prabowo Bakal Resmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang Hari Ini

Untuk itu, kata dia, Kemenperin berharap transisi menuju kendaraan listrik tetap berjalan sesuai target. Saat ini, pangsa pasar kendaraan listrik disebut telah mendekati 13 persen dan ditargetkan mencapai 15 persen.

Berdasarkan data pada Januari-Maret 2026, penjualan BEV melonjak 96 persen menjadi 33.146 unit dari 16.926 unit, melampaui pertumbuhan industri yang hanya 1,7 persen.

Baca Juga:
Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga BBM, Dealer Mobil Listrik Kebanjiran Pembeli

Adapun penjualan mobil (Internal Combustion Engine) ICE malah ambles dari 174.776 unit menjadi 156.684 unit. Hingga akhir 2026, porsi BEV diprediksi melambung menjadi berkisar 19-20 persen .

Tren positif ini perlu dijaga di tengah lonjakan harga energi dunia akibat krisis geopolitik di Timur Tengah (Timteng). Peningkatan adopsi EV diyakini bisa mengurangi konsumsi dan impor BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga:
Resmikan Pabrik Perakitan Mobil Listrik, Prabowo: Tonggak Industrialisasi Hijau Nasional

“Tentu saja adopsi dari transisi kendaraan dari ICE  ke listrik ini masih tetap ke arah target kita," katanya.

Setia menambahakan saat ini Kemenperin masih menunggu keputusan final pemerintah mengenai skema insentif pajak kendaraan listrik. Meski begitu, pihaknya berharap dukungan nonfiskal tetap diberikan guna menjaga keberlanjutan industri.

“Minimal fasilitas nonfiskal masih bisa dinikmati untuk kendaraan listrik," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia di Persimpangan Digital: Maslahah sebagai Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Teknologi
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hammersonic Jadi Private Festival, Promotor Janjikan Refund 100 Persen
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Bedaya Saing Global, Universitas Perluas Kerjasama Lintas Negara
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Ungkap Alasan Pemanggilan Staf PBNU dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
• 21 jam lalumatamata.com
thumb
Gus Ipul Buka Peluang Perluasan PBI, Sasar 120 Juta Jiwa dari Desil Terbawah
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.