Usai Ramadan, Orang Indonesia Makin Selektif dalam Berbelanja

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Lebih dari satu bulan setelah Ramadan berlalu, masyarakat mulai kembali ke rutinitas sehari-hari. Namun, momen yang selama ini identik dengan lonjakan konsumsi kebutuhan pokok dan fashion tersebut tampaknya meninggalkan jejak pada pola belanja. 

Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran pada Ramadan 2026, dengan peningkatan signifikan juga terjadi pada kategori gaya hidup.

Baca Juga :
Rupiah Menguat ke 17.126, IMF Ingatkan RI Jaga Belanja di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah
Rano Ungkap Realisasi Belanja Daerah DKI 2025 Capai Rp76,09 Triliun

Dibandingkan rata-rata transaksi harian satu bulan sebelum Ramadan, kategori groceries seperti sirup dan snack tetap tumbuh hampir empat kali lipat. Fashion Muslim naik hampir tiga kali lipat. Namun, kategori non-esensial juga mencatat lonjakan yang cukup tajam.

Peralatan olahraga seperti tenis dan padel meningkat lebih dari lima kali lipat, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi selama periode tersebut. Sementara itu, produk elektronik rumah tangga, mulai dari TV LED hingga mesin cuci, microwave, dan kulkas tumbuh hampir dua kali lipat. Produk perawatan diri juga mengalami kenaikan serupa.

"Yang kami lihat bukan hanya peningkatan transaksi, tetapi juga adanya pergeseran motivasi belanja. Konsumen tidak lagi hanya fokus pada kebutuhan Ramadan, tetapi juga mulai memanfaatkan momentum ini untuk melakukan upgrade dalam gaya hidup mereka," ujar Head of Campaign Blibli, Indra Perdana dalam keterangannya, Kamis 23 April 2026.

Pola ini muncul di tengah kondisi ekonomi masih penuh tekanan. Inflasi yang terkendali dan tingkat kepercayaan konsumen yang tetap optimistis belum sepenuhnya diikuti oleh pemulihan daya beli, sehingga mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja.

Laporan Jakpat 'Consumer Commerce Outlook 2026' menyebutkan bahwa konsumen Indonesia kini semakin menunjukkan karakter sebagai rational shopper, di mana mereka aktif membandingkan harga, mencari nilai terbaik, serta memilih kanal belanja secara lebih cermat.

Dalam konteks ini, peningkatan pada kategori seperti olahraga dan elektronik mencerminkan pergeseran preferensi, di mana konsumen mulai mengalokasikan pengeluaran pada produk yang dianggap memberikan manfaat jangka lebih panjang.

Dari sisi demografi, kelompok usia 25–44 tahun menjadi kontributor terbesar transaksi selama Ramadan 2026, dengan komposisi gender yang relatif seimbang, yakni 54 persen pria dan 46 persen perempuan. Sementara itu, metode pembayaran didominasi oleh virtual account, diikuti kartu kredit dan dompet digital.

Baca Juga :
Biaya Kesehatan Mandiri di RI Tembus Rp 175 Triliun, OJK Dorong Pemanfaatan Asuransi
Perang AS-Israel vs Iran dan PHK Massal Hantam Dompet Warga, Anggaran Belanja Mulai Dikurangi
PM Kanada Janji Kurangi Belanja dan Ketergantungan Militer Pada AS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Zodiak yang Dikenal Sebagai Foodies Sejati
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Gus Ipul: 77 Anak Putus Sekolah di Jakarta Ikuti Program Sekolah Rakyat
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Eksepsi Denada Diterima, Gugatan Penelantaran Anak Dinyatakan Gugur
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jurus BEI Rayu MSCI, Ancaman Downgrade Mereda
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Menlu Iran: Agresor Bertanggung Jawab Penuh Atas Ketidakstabilan Selat Hormuz
• 16 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.