Ekonom Soroti Pentingnya Pengawasan Kopdes Merah Putih

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, menilai perlu ada pengawasan berlapis dalam pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih guna mencegah potensi penyimpangan dan memastikan tata kelola berjalan akuntabel. Skala dan ragam fungsi Kopdes yang mencakup aspek komersial hingga sosial membutuhkan pembagian pengawasan lintas lembaga sesuai kewenangan.

Dipo menilai untuk unit keuangan seperti penyaluran kredit, pengawasan sebaiknya berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengingat kompleksitas dan risiko yang lebih tinggi.

Baca Juga
  • Tidak Hanya Baterai, Ternyata Komponen Ini Juga Pengaruhi Efisiensi Kendaraan Listrik
  • Hadapi El Nino Godzilla, Stok Beras RI Diklaim Aman hingga 15 Bulan
  • Konsumsi dan Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Awal 2026

“Untuk urusan kredit, sudah pasti harus diawasi OJK,” katanya, Rabu (22/4/2026).

Sementara itu, pengawasan terhadap aspek kelembagaan dan unit usaha komersial dapat tetap berada di bawah Kementerian Koperasi (Kemenkop), sedangkan fungsi sosial seperti penyaluran bantuan sosial (bansos) dapat melibatkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Selain pengawasan dari regulator, Dipo juga menekankan pentingnya audit independen secara berkala oleh pihak ketiga untuk mendeteksi potensi moral hazard.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pengawasan juga perlu ditopang oleh tata kelola internal yang kuat, termasuk rekrutmen pengelola yang profesional dan berbasis komunitas lokal untuk memperkuat rasa memiliki atau sense of ownership.

Menurut dia, pengelolaan yang melibatkan warga desa setempat akan menciptakan sense of ownership yang penting untuk menjaga keberlanjutan koperasi.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari infrastruktur negara yang dirancang untuk memperkuat akses ekonomi masyarakat.

Koperasi desa akan berperan sebagai offtaker hasil pertanian; distributor barang strategis seperti LPG 3 kg, pupuk, beras; penyalur bansos; hingga penyedia layanan keuangan, termasuk penyaluran kredit berbunga 6 persen.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelayanan Pajak Kendaraan Lebih Cepat Dihadirkan oleh Jasa Raharja
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Segera Comeback, WANNA ONE Recreate Foto-foto Awal Debut
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
BRI Super League: Tak Dapat Izin Kepolisian, Arema Bakal Jamu Persebaya di Bali
• 1 jam lalubola.com
thumb
Pemerintah Genjot Kendaraan Listrik & Berlakukan WFH bagi ASN, Hemat Biaya atau Beban Baru?|BERITAWA
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
KAI Dorong Optimalisasi Angkutan Logistik Pakai Kereta
• 55 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.