Penulis: Fityan
TVRINews – Beijing
Menteri Luar Negeri Wang Yi Desak Penghapusan Total Sindikat Kriminal di Phnom Penh
Pemerintah Tiongkok secara resmi mendesak Kamboja untuk mengambil langkah tegas dalam menghapus seluruh pusat penipuan daring (scam centers) yang beroperasi di wilayahnya.
Seruan ini disampaikan oleh diplomat senior Tiongkok, Wang Yi, dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, di Phnom Penh.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu 23 April 2026 malam, Wang Yi menekankan bahwa aktivitas ilegal lintas batas telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.
"Perjudian lintas batas dan penipuan daring membahayakan nyawa serta harta benda masyarakat. Hal ini harus ditindak tegas dan diberantas hingga tuntas," tegas Wang Yi di hadapan Hun Manet.
Industri Gelap Miliaran Dolar
Kamboja saat ini diidentifikasi oleh para pemantau hak asasi manusia sebagai pusat bagi puluhan sindikat penipuan yang mempekerjakan puluhan ribu orang.
Industri gelap ini diperkirakan bernilai miliaran dolar, di mana para pekerjanya sering kali menjadi korban perdagangan manusia yang dipaksa melakukan penipuan siber.
Menanggapi tekanan internasional yang kian meningkat, terutama dari Beijing, otoritas Kamboja menyatakan komitmennya untuk melakukan pembersihan besar-besaran.
Hun Manet sebelumnya sempat mengungkapkan keresahannya terhadap citra buruk yang menimpa negaranya akibat aktivitas kriminal tersebut.
“Pusat-pusat penipuan ini menghancurkan ekonomi kita dan memberikan nama buruk bagi bangsa. Kami bertekad untuk membersihkannya,” ujar Hun Manet dalam sebuah pernyataan kepada AFP Kamis 23 April 2026.
Mempererat Hubungan Strategis
Selain isu keamanan siber, kunjungan Wang Yi yang didampingi oleh Menteri Pertahanan Tiongkok.
Dong Jun, juga bertujuan memperkuat "ikatan yang tak tergoyahkan" antara kedua negara. Dalam unggahan di media sosialnya, Hun Manet mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut membahas perluasan kerja sama di sektor politik, perdagangan, investasi, pertahanan, hingga energi bersih.
Di sisi lain, Beijing juga menyatakan dukungannya terhadap normalisasi hubungan antara Kamboja dan Thailand pasca-bentrokan di perbatasan tahun lalu. Wang Yi menegaskan bahwa Tiongkok siap memfasilitasi dialog langsung guna menjaga stabilitas kawasan.
Meskipun gencatan senjata telah disepakati sejak Desember lalu, situasi di perbatasan Kamboja-Thailand dinilai masih rapuh, dengan kedua belah pihak yang saling melayangkan tuduhan pelanggaran komitmen perdamaian.
Editor: Redaksi TVRINews





