Dua Pria di Lombok Timur Edarkan Tramadol Lewat Media Sosial

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Mataram: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menelusuri jaringan peredaran obat Tramadol yang terungkap di wilayah Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelusuran sementara terungkap pasokan obat tersebut berasal dari Jawa Barat.

"Jadi, BBPOM kini berkoordinasi dengan Direktorat Siber Badan POM untuk menelusuri rantai distribusi hingga ke sumbernya," kata Kepala BBPOM Mataram, Yogi Abaso, dilansir dari Antara, Kamis, 23 April 2026.

Dalam pengungkapan kasus peredaran obat keras ilegal ini, BBPOM Mataram menangkap dua pria berinisial AS dan TX pada Selasa, 22 April 2026. Keduanya ditangkap saat melakukan transaksi di Desa Paok Motong.
 

Baca Juga :

Efek Tramadol dan Eksimer Jadi Pemicu Meningkatnya Aksi Tawuran

Keduanya merupakan warga Dusun Damarata, Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, yang berprofesi sebagai pedagang keliling. Pelaku AS disebut sebagai penerima barang, sementara TX merupakan pemilik barang.

Petugas menyita 100 butir obat Tramadol dari penangkapan tersebut. Dalam rangkaian penanganan, terungkap transaksi diduga memanfaatkan salah satu platform media sosial dan distribusi barang melalui jasa ekspedisi.

"Informasi sementara mengarah ke penggunaan TikTok untuk pemesanan. Pola jaringan dan kata kunci yang digunakan masih kami dalami," ujarnya.


Penjual obat keras Tramadol secara terang-terangan tetap marak di Tanah Abang. Foto: Metrotvnews.com/Enrich Samuel

Kedua terduga pelaku tersebut kini telah ditahan di kantor BBPOM Mataram. Proses penanganan pidana masih dalam tahap pendalaman bersama penyidik Polda NTB.

Menurut dia, penanganan kasus tersebut mengarah pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Meroket, Saham Grup Bakrie (MDIA) Dibekukan Sementara
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Disiplin fiskal dan Kebijakan Populis
• 17 jam lalukompas.com
thumb
KemenPPPA kembangkan modul e-learning lindungi anak di ruang digital
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Wamendag Dorong UMKM Perempuan Adaptif di Era Digital
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Bapanas akselerasi implementasi beras fortifikasi untuk perbaikan gizi
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.