Perluas Kolaborasi Global, SIG (SMGR) Incar 89 Persen Pasar Material Konstruksi Non-Semen

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

SIG berhasil meningkatkan substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 9,77 persen, atau meningkat signifikan dibandingkan capaian di 2024.

Perluas Kolaborasi Global, SIG (SMGR) Incar 89 Persen Pasar Material Konstruksi Non-Semen (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, terus berupaya memperluas cakupan usahanyanya ke arah lini bisnis yang sesuai dengan kebutuhan konsumen (customer-centric).

Salah satunya dengan mengincar bisnis material konstruksi untuk jenis produk non-semen, yang diyakini memiliki potensi pasar yang tak kalah menjanjikan.

"Industri bahan bangunan di Indonesia itu memiliki ekosistem yang sangat besar. Saat ini, kontribusi semen baru mencapai sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi. Jadi, masih ada 89 persen potensi dari bahan bangunan lainnya, yang bisa digarap oleh SIG," ujar Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, dalam keterangan resminya, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Andriano, berkaitan dengan keterlibatan SIG dalam ajang The International Cement Industry Meets (Intercem) Asia 2026, yang digelar di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurut Andriano, keterlibatan pada Intercem Asia 2026 tersebut sangat penting dan strategis bagi SIG, khususnya dalam memperluas peluang kolaborasi global, sebagai bentuk upaya Perseroan dalam pengembangan inovasi bahan bangunan serta rantai pasok berkelanjutan.

"Ini menjadi bagian dari langkah transformasi kami menuju bisnis yang lebih customer-centric dan bernilai tambah tinggi, salah satunya dengan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan melalui pengembangan produk derivatif atau turunan.

Dalam hal ini, Andriano menjelaskan, pihaknya sejauh ini telah meletakkan prinsip bisnis yang keberlanjutan, sebagai fondasi operasional Perseroan ke depan, dengan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif dari biomassa, refuse-derived fuel (RDF), hingga limbah industri.

Hingga 2025, SIG berhasil meningkatkan substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 9,77 persen, atau meningkat signifikan dibandingkan capaian di 2024, di mana masih berada di level kisaran 7,56 persen.

Tak hanya itu, Andriano juga mengeklaim bahwa dalam isu lingkungan, pihaknya juga telah menunjukkan progres positif. Intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1 turun 21 persen menjadi 561 kg CO2/ton semen, dibanding baseline 2010. Sementara untuk emisi cakupan 2 juga turun 15 persen menjadi 57 kg CO2/ton semen dibanding baseline di 2019.

"Langkah strategis ini kami lakukan demi mendukung inisiatif dalam menghadirkan produk semen dan bahan bangunan ramah lingkungan yang rendah karbon," ujar Andriano.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menyebut bahwa industri semen dan mineral nonlogam tumbuh 6,16 persen pada 2025, dengan catatan nilai investasi mencapai Rp25 triliun.

Selain itu, nilai ekspor dari sektor tersebut juga menembus angka USD1,79 miliar, dengan kemampuan serapan tenaga kerja hingga mencapai 900 ribu tenaga kerja di Indonesia.

"Indonesia terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra global dalam mendorong industri semen yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan," ujar Emmy.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Usul Jabatan Ketum Dibatasi 2 Periode, PKB: Sudah Melampaui Kewenangan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Syarat Daftar Lowongan Kerja 1.000 Pramudi Mikrotrans untuk Warga Jakarta, Ditutup 25 April
• 3 jam laludisway.id
thumb
Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis untuk 160 Ojol di Malang
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Gakkum Kemenhut Bongkar Jaringan Perdagangan Kayu Ulin Ilegal Lintas Pulau di Kalimantan Timur
• 2 jam lalupantau.com
thumb
BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Gaikindo Harap Pasar Otomotif Pulih
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.