Intellectual Property (IP) kini menjadi aset yang tak terpisahkan dari strategi bisnis. Hello Kitty misalnya, karakter ikonik dari Sanrio, telah menghasilkan sekitar USD 80 miliar dari berbagai lini merchandise dan lisensi sepanjang sejarahnya.Tidak hanya itu, pada usia yang sudah lebih dari 50 tahun, Hello Kitty tetap relevan, dengan pendapatan sekitar USD 4 miliar per tahun berkat lisensinya yang luas di berbagai produk.
Karakter ini telah dilisensikan di puluhan ribu kategori produk di lebih dari 130 negara, menjadikannya salah satu IP yang menghasilkan pendapatan dari berbagai sektor, bukan hanya dari media tertentu atau satu segmen pasar saja.
Begitu juga dengan One Piece, salah satu manga terlaris yang diproduksi oleh Toei Animation sejak 1999 ini menjelma menjadi sebuah cerita yang bisa berkembang menjadi waralaba global yang sangat kuat. Pendapatan lisensi internasional One Piece diperkirakan mencapai sekitar ¥9,99 miliar (setara dengan Rp 1,1 triliun) pada periode April 2024–Maret 2025.
Keberhasilan global seperti Hello Kitty dan One Piece memberikan gambaran jelas tentang betapa besar potensi yang dimiliki oleh IP Global. Lantas bagaimana dengan Indonesia?
IP lokal Indonesia juga tidak kalah menarik. Salah satunya adalah Jumbo.Film animasi dari Visinema Studios ini berhasil mencatatkan lebih dari 10 juta penonton di Indonesia. Keberhasilan Jumbo di pasar domestik membuka kesempatan untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional. Ya, pertengahan tahun 2025, film ini dijadwalkan tayang di lebih dari 17 negara.
Jumbo juga menjalin kemitraan dengan distributor internasional untuk membawa film ini ke negara-negara di Asia dan beberapa wilayah lain, sebagai langkah pertama dalam memperkenalkan IP lokal Indonesia ke dunia internasional. Keberhasilan Jumbo menunjukkan bahwa IP lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan diterima oleh audiens global, membuka peluang lebih luas untuk kolaborasi dan ekspansi bisnis.
Kesuksesan Hello Kitty, One Piece, dan Jumbo menunjukkan bahwa karakter atau cerita tidak hanya berfungsi sebagai elemen kreatif, tetapi juga sebagai strategi bisnis yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan potensi besar yang dimiliki oleh industri ini, IP Expo Indonesia 2026 hadir sebagai platform atau wadah yang mempertemukan dan membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.
Diselenggarakan oleh GDP Venture dan dentsu Indonesia pada 7-8 Mei 2026 di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, event ini memberikan kesempatan kepada brand untuk menjelajahi kemitraan strategis yang dapat memperluas pasar serta menciptakan peluang bisnis jangka panjang.
IP Expo Indonesia 2026 Berikan Ruang KolaborasiIP Expo Indonesia 2026 menawarkan peluang besar untuk berkolaborasi langsung dengan IP dan mengeksplorasi kemitraan yang saling menguntungkan.
Event ini menghubungkan 30 lebih exhibitor dari berbagai sektor seperti entertainment, sports, dan gaming di antaranya 88rising, Agate, Animation International, Catch Teenieping, Desain Lisensi Internasional, Funbox, Gushcloud, IDN Kids, INFINIA, Khuga, Mascot Enterprise, Medialink, Muse, Pelangi di Mars, Provaliant, PUBG Mobile, Sony Music Publishing Indonesia, Visinema Studios, dan lainnya.
Selain itu ada juga 21 sesi konferensi yang akan memberikan wawasan dari para ahli dan praktisi industri tentang bagaimana memanfaatkan IP untuk memperluas jangkauan pasar dan mendorong pertumbuhan bisnis. Mereka di antaranya sebagai berikut:
Speakers hari pertama IP Expo Indonesia, 7 Mei 2026:Kohei Imai – Chief Operating Officer, Sanrio Southeast Asia
Danny Wirianto – Chief Revenue Officer, 88rising
Elvira Jakub – CEO, dentsu Indonesia
Irene Umar* – Vice Minister of Creative Economy, Indonesia
Galuh Paskamagma – Program Manager, Djarum Foundation
Antony Liem – Founding Partner, GDP Venture
Angga Dwimas Sasongko – Founder & CEO, Visinema
Ardian Atmaka – Chief Operating Officer, Alpha Merah Kreasi
Aji Pratomo – Founder & Group CEO, INFIACorp
Namita Katre – Chief Marketing Officer, RBA Indonesia (Burger King, Popeyes)
Abner Natanael Reynando – Head of RTD Products, Point Coffee (Indomaret Group)
Rachelle Raymundo – Creative CEO, dentsu Indonesia
Takuro Maruyama – Head of Key Accounts, Guinness World Records
Henry Kwee – Licensing Senior Director, Medialink Animation International Limited
Stenly Yonardi, General Manager, PT Muse Communication Jakarta
Helena Irma – Director, Animation International Indonesia
Chandra Sugiono – CEO, Provaliant Group
Rommy Pantouw – Content Director, dentsu Indonesia
Aditya Panji, Cief of kumparanTEKNOSAINS
Wahyu Jati Pramanto – Senior Legal Analyst, Directorate General of Intellectual Property, Ministry of Law
Anti Ariandini, Director Sony Music Publishing Indonesia
Ayu Hakim – Executive Partner, GDP Venture
Gen Mizoguchi – Head of International Sales, Toei Company, Ltd.
Dendi Reynando – Co-Founder, Pelangi di Mars Universe
Upie Guava – Co-Founder, Pelangi di Mars Universe
Sheila Rasu – Head of Marketing, NBA Asia
Ryan Gozali – CEO, Campus League
Aditya Sofyan – Strategic Director, dentsu X
Norisa – Executive Vice President, PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Dipa Andika - COO Hahaha Corp
Andi Airin – Head of MX Marketing & Demand Generation, Samsung Indonesia
Sanfrandy – Head of Marketing, PT UltraJaya
Lucky Handoko, General Manager dentsu Creative Indonesia
Rakhman Azhari, CEO Mindblowon Studio - Tahilalats
Ananditha Mayasari, AVP & Head of Marketing Kopi Kenangan
Damai Argakasih Lazuardinur, Head of Digital & Omnichannel Marketing PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul
Andrey Noelfry, Chief Commercial Officer INFIA Corp
Robin Lau - Senior Global Brand Partnerships HoYoverse
M. Neil El Imam - Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknolog Ekraf
Shieny Aprilia – Co-Founder & CEO, Agate
Karyabudi Aris – Director of Marketing, Sales & Licensing, Les' Copaque Production
Maharani Vicka Dini - Brand Manager Ice Cream at The Magnum Ice Cream Indonesia Unilever
Arindam Bhattacharyya – Chief Client & Strategy Officer, dentsu Indonesia
Lewat IP Expo Indonesia 2026, pelaku industri tidak hanya diajak untuk melihat tren, tetapi juga memahami bagaimana IP bisa diubah menjadi strategi bisnis yang konkret—mulai dari kolaborasi produk, kampanye, hingga pengembangan aset jangka panjang.
Tiket untuk IP Expo Indonesia 2026 saat ini telah tersedia dan dapat dibeli melalui tautan ini. Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan diskon 20 persen untuk pembelian menggunakan BCA Virtual Account.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://ipexpo.id/ atau Instagram @ipexpo.id.
*Kehadiran speakers masih tentatif





