Penulis: Arief Masbuchin
TVRINews, Malang
Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK–SNBT) menjadi salah satu momen penentu masa depan bagi calon mahasiswa. Tekanan tersebut tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga kondisi mental para peserta.
Melkior Natanael, peserta UTBK di Universitas Brawijaya, mengaku mengalami stres meski telah melakukan persiapan yang cukup. Ia merasa gelisah setelah melihat hasil tryout yang tidak sesuai harapan.
“Sebenarnya saya sudah cukup optimis, tapi setelah melihat hasil tryout, saya menjadi gelisah dan memaksa diri untuk belajar lebih keras,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Peserta lain, Fika, mengatakan rasa cemas tetap muncul meski ia telah menyelesaikan UTBK. Harapan besar untuk lolos membuatnya khawatir terhadap hasil akhir.
Stres Wajar, tapi Perlu Dikendalikan
Dosen Psikologi FISIP UB, Dr. Sumi Lestari menjelaskan bahwa stres pada peserta UTBK adalah hal wajar, terutama karena UTBK sering dipersepsikan sebagai “gerbang utama” menuju perguruan tinggi impian.
Menurutnya, stres terbagi menjadi dua jenis:
Eustress, yaitu stres konstruktif yang mendorong seseorang mempersiapkan diri lebih baik, dan
Distress, yaitu stres destruktif yang menyebabkan kelelahan fisik dan mental serta kecenderungan membandingkan diri secara negatif.
“Ketakutan berlebihan dapat memicu stres yang merugikan. Peserta bisa memforsir diri, lupa makan, dan kurang istirahat,” jelas Dr. Sumi yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FISIP.
Overthinking, menurutnya, merupakan salah satu ciri distress dan perlu dikendalikan dengan menguatkan keyakinan diri. Evaluasi diri diperlukan, tetapi tidak boleh berlebihan hingga mengabaikan kemampuan yang sudah dimiliki.
Tetapkan Batas dan Ekspektasi Realistis
Dr. Sumi mendorong peserta untuk memahami batas kemampuan diri sebelum menetapkan ekspektasi. Standar yang terlalu tinggi dapat berujung pada self-criticism atau kecenderungan mengkritik diri sendiri secara berlebihan.
Tiga Strategi Mengelola Stres Menjelang UTBK
Dr. Sumi memberikan tiga strategi utama untuk menjaga kesehatan mental:
1. Strategi Kognitif (Mengelola Pikiran)
“Stres sering muncul dari pikiran. Berpikirlah rasional dan tinggalkan pikiran negatif yang belum tentu terjadi. Jika pikiran positif, perilaku juga positif,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kelemahan bukan untuk dihindari, tetapi untuk dipelajari dan diperbaiki.
2. Strategi Regulasi Emosi
Mengelola emosi penting untuk menjaga kondisi tetap tenang. Emosi yang stabil membantu peserta mengakses kembali memori dengan lebih baik saat ujian berlangsung.
3. Strategi Perilaku
Manajemen waktu belajar menjadi kunci. Persiapan harus dilakukan jauh hari, bukan saat mendekati hari ujian. Menjelang UTBK, peserta perlu memberi waktu untuk beristirahat agar tidak tertekan.
Dr. Sumi menambahkan, memaksakan diri belajar berlebihan hanya membuat informasi tersimpan di memori jangka pendek, bukan jangka panjang.
UTBK Bukan Penentu Satu-satunya
Ia mengingatkan bahwa UTBK bukan satu-satunya penentu masa depan.
“Hasil UTBK adalah bagian dari proses hidup yang berharga. Jika sesuai harapan, jadikan awal yang baik. Jika belum, bukan berarti semuanya berakhir. Masih banyak jalan dan kesempatan lain,” tegasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





