Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur menurunkan alat berat guna membuka kembali jalan menuju Situs Megalitikum Gunung Padang yang tertutup longsor pada Kamis, 23 April 2026.
Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi mengatakan longsor yang terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur pada Rabu hingga Kamis dini hari menyebabkan terputusnya jalan dan rusaknya dua rumah warga.
Longsor memutus sementara akses menuju Gunung Padang dan merusak dua rumah di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemilik rumah sudah lebih dulu mengungsi ke rumah saudaranya.
"Saat ini alat berat sudah sampai di lokasi guna melakukan pembersihan material longsor sepanjang 50 meter yang menutup landasan jalan utama penghubung antarkecamatan dan akses utama menuju Situs Gunung Padang," kata Iwan di Cianjur, seperti dilansir Antara, Kamis, 23 April 2026.
Baca Juga :
Hari Bumi di Gunung Padang, Doa Lintas spiritualitas Serukan Jaga Alam
Pihaknya menargetkan pembersihan material longsoran dapat tuntas dengan cepat sehingga arus lalu lintas dapat melintas normal dari kedua arah, baik Cibeber ke Campaka maupun sebaliknya.
"Kami targetkan sebelum malam jalur sudah dapat dilalui normal, sehingga arus dapat melintas normal dari kedua arah, terutama menuju Gunung Padang," katanya.
Camat Cibeber, Ardian Athoillah, mengatakan hujan deras yang terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari menyebabkan banjir dan longsor di empat desa di Kecamatan Cibeber, yakni Desa Cikondang, Cihaur, Cibaregbeg, dan Kanoman.
Ketua Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar beraktivitas di situs itu di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri
Adapun longsor terjadi di dua desa, yaitu Kanoman dan Cibokor. Longsor memutus jalur utama penghubung antardesa dan kecamatan, terutama menuju Situs Gunung Padang. Material tanah dan batu menutup sekitar 50 meter landasan jalan dengan ketinggian yang beragam.
Untuk melakukan penanganan cepat guna membuka kembali jalur utama menuju Gunung Padang, pihaknya meminta dinas terkait melalui BPBD Cianjur menurunkan alat berat karena panjangnya longsoran yang menutup landasan jalan.
"Saat ini satu unit alat berat dan satu unit dump truck sudah di lokasi guna membersihkan material longsoran yang menutup jalan utama penghubung antarkecamatan. Harapan kami dapat segera dilalui agar aktivitas warga, terutama perekonomian, kembali berjalan," katanya.




