Arahan MUI, Pemkot Jaksel Ubah Cara Pemusnahan Ikan Sapu-sapu

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyampaikan pembasmian ikan sapu-sapu di sejumlah perairan, termasuk di kawasan Setu Babakan sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengurangi dampak di wilayah hilir.

Anwar menilai perbaikan di wilayah hulu menjadi kunci utama agar masalah serupa tidak terus berulang di hilir.

"Perlu kita lakukan. Karena kalau hulunya kita benahi, hilirnya akan agak ringan. Hari pertama saja kita dapat 5,3 ton," ujar Anwar kepada wartawan, Kamis, 23 April 2025.

BACA JUGA:Dikritik MUI, Rano Minta Ikan Sapu-Sapu Dimatikan Dulu Sebelum Dikubur Hidup-Hidup

Ia menjelaskan, program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), kecamatan, kelurahan, hingga petugas PPSU. 

Ia menyebut, kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat.

Selain itu, Anwar menyampaikan, pihaknya mempertimbangkan masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyoroyi praktik mengubur ikan dalam kondisi hidup.

BACA JUGA:Antisipasi Bahan Baku Siomay dari Ikan Sapu-Sapu, Dinas KPKP DKI Pelototi Produsen

"Sekarang sebelum dikubur, kita pastikan ikan dimatikan terlebih dahulu. Itu juga sudah kami terapkan di Setu Babakan," ujarnya.

Untuk jangka panjang, lanjut Dia, Pemkot masih mengkaji pemanfaatan hasil tangkapan. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah mengolah ikan sapu-sapu menjadi pakan ternak.

"Kalau bisa dimanfaatkan jadi pakan ternak, tentu lebih baik daripada menjadi sampah,” ujar Anwar.

Seperti diketahui, Sebanyak 3 ton ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dalam operasi yang digelar di saluran PHB Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat 17 April 2026.

BACA JUGA:6 Fakta Ikan Sapu-Sapu, Dari Sungai Amazon ke Ciliwung, Jadi Makanan di Mexico

Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini melibatkan petugas gabungan yang turun langsung ke saluran untuk melakukan penangkapan secara manual dengan menggunakan jaring. 

Kegiatan tersebut, guna menghabisi ikan invasif yang dapat merusak ekosistem dengan memakan telur ikan lokal.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengakuan Pelatih Garuda Jaya Usai Tumbangkan Samator di Perebutan Juara 3 Final Proliga, Ungkap Kunci Kemenangannya
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Begal Bercelurit Sasar Sopir Mobil Boks di Cengkareng, Modusnya Tanya Alamat
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Wuling Eksion Mulai Rp 389 Juta, SUV Pertama dengan Opsi EV dan PHEV
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenpar Tingkatkan Kapasitas ASN Lewat Pelatihan Policy Brief
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.