Menteri Angkatan Laut Dipecat Gara-gara Bikin Frustasi Dewa Perang AS

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Sekretaris Angkatan Laut Amerika Serikat John Phelan mengundurkan diri secara tiba-tiba pada Rabu, 22 April 2026. Kepergian ini terjadi di tengah ketegangan internal Pentagon terkait proyek kapal perang baru yang ia dukung, yang justru memicu gesekan dengan atasannya, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Phelan berperan besar dalam mendorong desain kapal perang baru yang disebut “Kelas Trump” agar mendapat dukungan Presiden Donald Trump. Namun proyek itu dinilai tidak sejalan dengan arah strategi Pentagon saat ini.

Baca Juga :
Butuh Waktu Enam Bulan Bersihkan Selat Hormuz dari Ranjau Iran
Dampak Perang Iran-AS, 200 Ribu Lapangan Kerja Terancam Hilang Tahun Ini

Hegseth dan Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg disebut frustrasi karena kapal berukuran besar dan mahal itu bertentangan dengan fokus Pentagon untuk beralih ke armada kapal tanpa awak yang lebih kecil, lincah, dan murah.

"Kapal-kapal besar tersebut akan menelan biaya miliaran dolar bahkan untuk memulai pengembangannya, dan sama sekali tidak selaras dengan tujuan Hegseth dan Feinberg," kata salah satu sumber yang meminta anonimitas dilansir Politico,  Kamis. 

Dalam beberapa waktu terakhir, sebagian kewenangan Phelan juga disebut telah dipangkas. Feinberg dilaporkan mengambil alih manajemen program kapal selam, sementara Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) menjalankan langsung sebagian upaya pembangunan kapal.

Rumor lain mengungkapkan dimana orang-orang yang mengetahui dinamika di Pentagon mengatakan  bahwa Phelan telah dipecat, menyusul hubungan yang semakin buruk dengan menteri pertahanan Pete Hegseth dan staf senior lainnya, yang secara terbuka tampaknya lebih menyukai Cao untuk peran tersebut.

Sumber-sumber tersebut mengatakan Hegseth pada dasarnya menyalahkan Phelan karena tidak cukup agresif melawan senator Mark Kelly setelah muncul dalam sebuah video di mana senator tersebut menyarankan pasukan untuk mengabaikan "perintah ilegal" atau tidak mengikuti perintah yang dianggap tidak sah atau melanggar konstitusi, merujuk keputusan Hegseth.

Pada hari pengumuman pengunduran dirinya, Phelan terlihat berada di lobi Gedung Putih dan kemudian di Capitol Hill. Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi, sementara Pentagon menolak mengomentari detail spesifik soal proyek kapal perang tersebut. Phelan juga belum memberikan pernyataan.

Pengunduran diri ini terjadi saat militer AS tengah menjalankan kampanye di Iran dan hanya sepekan sebelum Hegseth dijadwalkan memberi kesaksian di Kongres mengenai usulan anggaran Pentagon senilai US$1,5 triliun, yang mencakup peningkatan besar program Angkatan Laut, termasuk rencana “Armada Emas” yang diusulkan Trump.

Baca Juga :
Dua Orang Tewas Akibat Kebocoran Bahan Kimia di Virginia AS, Puluhan Luka-luka
Profil Hung Cao Plt Menteri Angkatan Laut AS: Eks Pengungsi Vietnam yang Ahli Bahan Peledak
China soal Perpanjangan Gencatan Senjata Sepihak oleh Trump: Situasi Timur Tengah Masih Kritis

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasatgas PRR Apresiasi Kesigapan Tim Penanganan Sinkhole di Aceh Tengah
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Noel Ebenezer Akui Sempat Copot “Sultan Kemnaker” dari Jabatan demi Komitmen ke Kejagung
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Formalisasi Pekerja Rumah Tangga Butuh Aturan Teknis Yang Konsisten
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Tchouameni Masuk Radar MU, Setan Merah Ingin Perbaikan di Lini Tengah
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Korban Pelecehan Terduga SAM Trauma Berat Sampai Histeris Lihat Ustaz, Ada yang Berpikir Buat Murtad!
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.