Jejak Gelap Dua Wanita di Balik Pengendali Sabu 5 Kg Makassar, Kini Diburu Bareskrim Polri

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Dua perempuan bernama Indriati dan Nasrah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Bareskrim Polri. Keduanya diduga sebagai pengendali jaringan peredaran narkoba di Kota Makassar.

Dalam data DPO, Indriati tercatat berusia 32 tahun dengan tinggi sekitar 150 cm, berambut hitam lurus, bermata sipit, berkulit sawo matang, dan berbibir tidak terlalu tebal.

Sementara itu, Nasrah berusia 29 tahun dengan tinggi badan 150 cm, serta memiliki ciri fisik serupa: rambut hitam lurus, mata sipit, kulit sawo matang, dan bibir tidak terlalu tebal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nasrah disebut terkait dengan wilayah Kelurahan Cambaya, Kecamatan Ujung Tanah. Namun, Lurah Cambaya, Syahrul, menegaskan bahwa Nasrah bukan warga setempat, melainkan hanya berdomisili karena suaminya berasal dari wilayah tersebut.

“Sebenarnya bukan warga di situ, suami ji. Saya hubungi dari kemarin-kemarin. Dia bersuami dengan orang Cambayya, jadi dia berdomisili situ,” ujar Syahrul, Kamis (22/4/2026).

Syahrul menambahkan, Nasrah diketahui berdomisili di Jalan Galangan Kapal, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo.

Terpisah, Lurah Tanjung, Arman, juga menyampaikan bahwa Indriati bukan warga tetap di wilayahnya. Ia hanya menyewa rumah di salah satu perumahan di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Tamalate.

“Bukan rumahnya itu, kayanya dia kontrak di situ menurut RTku. Bukan rumah tetapnya,” ucap Arman.

Arman mengaku tidak mengetahui secara pasti sudah berapa lama Indriati tinggal di lokasi tersebut.

“Saya nda tahu, dia bilang pokoknya ngontrak ji di situ,” imbuhnya dilansir Fajar.co.id.

Ia juga menyebut minimnya interaksi Indriati dengan warga sekitar.

“Baru ini RT di luar perumahan tinggal. Tidak pernah bede (interaksi dengan RT),” kuncinya.

Sebelumnya, aparat telah menangkap seorang tersangka bernama M Yusran Aditya yang diduga berperan sebagai kurir. Ia diamankan di Jalan Galangan Kapal, Lorong Permandian 1, Kecamatan Tallo, Makassar, pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 00.50 Wita.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, membenarkan pengungkapan tersebut.

“Terkait pengungkapan kasus narkoba jenis sabu sebanyak 5 kilogram di Sulsel,” kata Eko dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Indriati dan Nasrah resmi masuk DPO berdasarkan surat nomor DPO/63/IV/2026/Dittipidnarkoba tertanggal 22 April 2026. Dokumen tersebut ditandatangani Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Handik Zusen.

“Daftar pencarian orang atas nama Indriati dan Nasrah untuk diawasi/ditangkap/diserahkan/dinformasikan keberadaannya kepada penyidik/Penyidik Pembantu pada kantor Kepolisian tersebut di atas, dengan nomor Hp. 082272274949 dan 08121385050,” demikian isi surat DPO.

Eko mengungkapkan, keduanya merupakan residivis kasus narkotika dan pernah menjalani hukuman di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa.

“Keduanya merupakan residivis kasus narkotika di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa,” kata Eko.

Ia juga menyebut Indriati masih berada dalam masa pembebasan bersyarat.

Penyidik menduga jaringan ini memperoleh sabu dari wilayah Kabupaten Pinrang dan Sidrap sebelum diedarkan ke Makassar. M Yusran disebut bekerja sama dengan istrinya, Nasrah, dalam menjalankan bisnis tersebut.

Keduanya juga diduga menggunakan usaha laundry sebagai kedok untuk mengedarkan sabu, baik secara eceran maupun dengan sistem tempel.

Saat ini, Indriati dan Nasrah masih dalam pengejaran aparat. Keduanya diduga memegang peran penting sebagai pengendali jaringan narkoba di wilayah Sulawesi Selatan.

“Keduanya merupakan residivis kasus narkotika di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa,” tandasnya. (muhsin/*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manfaat Rutin Mandi Air Dingin di Pagi Hari
• 26 menit lalubeautynesia.id
thumb
Bunga Zainal Nangis Dituding Pelit, Sang Kakak Beri Sindiran Menohok, Bantah Sang Adik Jadi ATM Berjalan Keluarga
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Motor dan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan, Berlaku Kapan?
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Mahasiswi Unsoed Korban Kekerasan Seksual Oleh Rekannya Bertambah Jadi 2 Orang
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kelas Menengah-Atas Diminta Tak Beralih ke BBM Subsidi, agar Anggaran Negara Tak Jebol
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.