NasDem Setuju dengan KPK soal Capres Harus Kader Partai

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, menyebut sepakat dengan usulan KPK yang meminta agar Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden harus berasal dari sistem kaderisasi partai politik.

“Tentu saya sebagai kader partai setuju, karena jenjang karir yang baik akan memotivasi kader untuk setia pada parpol,” ucap Irma kepada wartawan, Kamis (23/4).

“Sebaiknya figur-figur yang ingin menjadi calon presiden dan wakil harus masuk menjadi kader partai jika ingin didukung, sehingga ada tanggung jawab moral terhadap partai. Tidak tinggal glangggang colong playu (lari dari kewajiban, red.),” tambahnya.

Menurut Irma, dengan mewajibkan capres dengan cawapres berasal dari kader partai, hubungan antara partai dengan sosok pemimpin bangsa nantinya akan menjadi lebih solid.

Ia mencontohkan banyaknya kepala daerah yang kini malah tak peduli dengan partai usai terpilih.

“Tentu usulan ini sangat baik, sehingga pertanggungjawaban calon cakada dan partai menjadi satu kesatuan. Tidak seperti saat ini, setelah didukung dan menang calon cakada hilang jejak tidak lagi peduli pada parpol dalam hal kaderisasi dan tanggung jawab untuk meningkatkan elektabilitas partai,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam kajian tata kelola partai politik, KPK menemukan 4 persoalan mendasar yakni:

Berangkat dari temuan itu, KPK merumuskan ada 16 rekomendasi terkait perbaikan tata kelola parpol. Salah satunya merekomendasikan adanya revisi UU Parpol.

"Perlunya penambahan pada revisi Pasal 29 UU Nomor 2 Tahun 2011," bunyi hasil kajian dikutip dari situs KPK, Kamis (23/4).

Menurut KPK, ada empat poin yang dinilai perlu direvisi. Mulai dari pengaturan keanggotaan partai politik, syarat kader menjadi calon anggota dewan, hingga syarat untuk menjadi capres/cawapres serta kepala daerah.

Berikut poin-poinnya:

“Terkait kajian itu sebagai upaya KPK khususnya pada kerangka pencegahan ya pada sektor politik karena memang kami memandang sektor politik menjadi salah satu sektor yang masih rawan terjadinya tindak pidana korupsi maka kemudian KPK juga masuk melalui pendekatan-pendekatan pencegahan ya,” ujar Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malaysia dan Singapura Komentari Wacana Purbaya Soal Tarif di Selat Malaka
• 15 menit lalubisnis.com
thumb
Banyak Kejanggalan, MNC Tegaskan: Ini Belum Final, Kami akan Ajukan Banding atas Putusan Gugatan CMNP
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun Rp25 Ribu, Termurah Rp1,45 Juta
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Gelar Aksi Donor Darah, SMM Capital Group Kumpulkan 64 Kantong Darah
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Bojan Hodak Ungkap Peluang Kembali Duetkan Ramon Tanque dan Andrew Jung di Laga Persib Vs Arema
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.