Puan Maharani Soroti Meningkatnya Tekanan Sosial di Balik Kecurangan UTBK 2026

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 yang dimulai sejak Selasa (21/4/2026) kembali diwarnai berbagai temuan kecurangan di berbagai daerah.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menilai, fenomena berulang itu bukan sekadar persoalan teknis pengawasan, melainkan cerminan dari meningkatnya tekanan sosial terhadap hasil akhir pendidikan di Indonesia.

Adapun kecurangan yang ditemukan meliputi maraknya joki pengganti dengan modus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan ijazah palsu, penggunaan alat dengar di telinga untuk komunikasi, serta pura-pura terlambat agar panitia lengah.

Untuk modus joki, panitia menemukan data anomali sebanyak 2.640 peserta melakukan kecurangan. Panitia juga mengendus adanya sindikat joki yang akan diancam sanksi pidana.

Baca juga: Modus Joki UTBK 2026 di UM Terungkap, Pelaku Pakai KTP dan Ijazah Palsu

"Pola berulang dengan teknik yang semakin kompleks menunjukkan bahwa tekanan kompetisi pendidikan hari ini telah berkembang dalam bentuk yang menuntut perhatian lebih serius," ujar Puan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, maraknya upaya manipulatif dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut membuktikan bahwa tantangan pendidikan nasional saat ini berkaitan erat dengan cara masyarakat memandang sebuah pencapaian.

“Di sinilah penting bagi negara untuk membaca bahwa kecurangan bukan persoalan teknis pengawasan ujian saja. Namun, berkaitan pula dengan cara ekosistem pendidikan membentuk persepsi tentang nilai usaha, kegagalan, dan kompetisi,” jelas Puan.

Baca juga: Modus Kecurangan UTBK SNBT 2026: Manipulasi Foto Pakai AI

Meluruskan cara pandang generasi muda

Puan menyampaikan, sebagian besar alasan kecurangan berkaitan dengan cara pandang generasi muda terhadap keberhasilan, persaingan, dan makna kejujuran dalam memperoleh kesempatan.

Di tengah tingginya persaingan untuk masuk PTN, peserta UTBK dapat dengan mudahnya terdorong untuk menghalalkan segala cara demi mencapai keberhasilan.

Untuk diketahui, UTBK 2026 diikuti oleh 871.496 peserta yang memperebutkan sekitar 260.000 kursi di sejumlah PTN akademik dan vokasi serta jenjang diploma dan sarjana.

Cucu Bung Karno tersebut mengatakan bahwa seleksi nasional masuk PTN pada dasarnya dibangun untuk menjaga satu prinsip penting bahwa akses ke perguruan tinggi harus ditentukan oleh kapasitas akademik dan usaha yang adil.

Baca juga: Seleksi PTN 2026, Kemendikdasmen Pastikan SNBT Tidak Pakai Nilai TKA

“Ketika ruang seleksi pendidikan mulai dimasuki strategi manipulatif yang disiapkan secara sistematis, persoalan yang muncul bukan sekadar pelanggaran aturan ujian, tetapi tantangan terhadap fondasi etika dalam sistem pendidikan itu sendiri,” tutur Puan.

Oleh karena itu, lanjut dia, setiap bentuk kecurangan yang berupaya menembus sistem dengan bantuan teknologi, identitas palsu, atau pihak pengganti dinilai merusak kepercayaan kolektif terhadap mekanisme meritokrasi yang selama ini menjadi dasar penerimaan mahasiswa baru.

Puan pun mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini dalam perspektif yang lebih luas, bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tujuan akademik, tetapi bagian dari pembentukan karakter generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.

“Ketika proses masuk perguruan tinggi sudah diwarnai manipulasi, tantangan yang sedang dihadapi bukan hanya siapa yang lolos seleksi, tetapi nilai apa yang sedang terbentuk sebelum mahasiswa memasuki dunia pendidikan tinggi,” ucapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Fenomena Joki Skripsi Kian Marak, Pengamat Sebut Cerminan Kegagalan Sistem Pendidikan Tinggi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Italia Desak Kesepakatan Global untuk Buka Selat Hormuz, Soroti Gencatan Senjata Iran dan Konflik Lebanon
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Terungkap! Penjaga Kafe di Lampung Komplotan Pencuri Kabel PLN, Aksinya Tergolong Nekat
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
27 Tahun Menikah, Victoria Beckham Ungkap Cara Hadapi Masalah Rumah Tangga
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Lapor Pak Trans7 Hapus Momen Kiky Saputri Candai Yushi NCT WISH, Ini Kronologinya
• 13 jam laluintipseleb.com
thumb
Nueva Germania, Proyek Arya yang Gagal di Paraguay
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.