Italia Desak Kesepakatan Global untuk Buka Selat Hormuz, Soroti Gencatan Senjata Iran dan Konflik Lebanon

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Italia kembali menyerukan kesepakatan internasional guna memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz secara aman di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Italia melalui Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menekankan pentingnya gencatan senjata berkelanjutan, khususnya di Lebanon, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas regional.

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Tajani mengajak Teheran mencari solusi konstruktif atas krisis yang sedang berlangsung.

Ia juga mendorong Iran untuk membangun kembali hubungan positif dengan negara-negara di kawasan Teluk demi meredakan ketegangan geopolitik.

Antonio Tajani menyatakan, "Sangat penting untuk segera mencapai kesepakatan gencatan senjata yang menjamin pembukaan kembali Selat Hormuz dengan aman dan menegaskan program nuklir Iran sepenuhnya untuk kepentingan sipil," ungkapnya.

Upaya Diplomasi dan Peran Internasional

Pemerintah Italia menegaskan prioritasnya pada tercapainya perdamaian yang stabil dan berkelanjutan di Lebanon melalui jalur diplomasi.

Italia juga menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam mendukung dialog serta memperkuat stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan rencana untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.

Langkah tersebut diambil guna memberikan waktu kepada Iran dalam menyiapkan "proposal terpadu" setelah adanya permintaan dari pejabat Pakistan.

Gencatan senjata yang diumumkan pada awal April itu dijadwalkan akan berakhir pada Rabu.

Situasi Lebanon dan Dampak Konflik

Sementara itu, gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku sejak 17 April.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa Israel akan tetap mempertahankan kendali atas wilayah yang diduduki di Lebanon selatan.

Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon dilaporkan menyebabkan sekitar 2.300 orang meninggal dunia, lebih dari 7.500 orang terluka, dan lebih dari satu juta orang mengungsi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DJP: Penerapan PPN jalan tol masih tahap perencanaan
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Bisnis Broker Moncer, BRIDS Andalkan Investor Ritel pada 2026
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Menlu: Minyak yang Dibawa Kapal Pertamina di Selat Hormuz Kecil Dibandingkan Kebutuhan Nasional
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Teknologi Jepang uji efisiensi air sawah di Pariaman, Sumatera Barat
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Usut Cara Perusahaan Keluarga Bupati Fadia Arafiq Atur Penempatan Outsourcing
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.