Pangkas Tengkulak, Mentan Klaim KopDes Merah Putih Bisa Cuan Rp50 Triliun

bisnis.com
22 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, KARAWANG — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih sebagai solusi untuk memangkas panjangnya rantai pasok pangan, sekaligus mengalihkan potensi keuntungan ratusan triliun rupiah dari tengkulak (middleman) kepada petani dan masyarakat desa.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan rantai pasokan pangan yang panjang saat ini dipicu oleh tengkulak yang menjadi sumber kebocoran nilai ekonomi yang besar.

Menurutnya, banyaknya tahapan distribusi dari produsen ke konsumen membuat margin keuntungan menumpuk di middleman dengan kisaran beragam, mulai dari 10%–30%. Berdasarkan perhitungan Kementan, akumulasi dari margin yang dinikmati middleman diperkirakan mencapai sekitar Rp313,08 triliun.

Amran menilai kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dapat memangkas rantai distribusi pangan menjadi lebih sederhana, yakni langsung dari petani ke koperasi, lalu ke konsumen akhir.

Dengan skema ini, dia berharap margin yang terbentuk diproyeksikan jauh lebih efisien, sekitar Rp50 triliun, sehingga harga di tingkat konsumen dapat ditekan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani alias nilai tukar petani (NTP).

Jika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP pada Maret 2026 tercatat sebesar 125,35 atau turun 0,08% dibandingkan Februari 2026.

Baca Juga

  • Kopdes Merah Putih Diklaim Akan Serap 800.000 Pekerja Baru
  • Besaran Gaji Manajer dan Karyawan Kopdes Merah Putih, Pendaftaran Terakhir 24 April 2026
  • Sederet Catatan untuk Rekrutmen 30.000 Manajer KopDes Merah Putih

“Inilah dibangun Koperasi [KopDes/Kel] Merah Putih. Dari petani, koperasi langsung di desa, ke konsumen. Artinya apa? Kalau ini untung koperasi Rp50 triliun, ini [potensi margin] Rp263 triliun, ini dibagi ke petani pendapatan, dan ini menjadi daya beli. NTP naik, ini juga daya beli naik,” kata Amran seusai meninjau Gudang Bulog JDP Karawang 1 Logistic Park di Karawang, Kamis (23/4/2026).

Di sisi lain, Amran juga mengungkap adanya praktik kecurangan dalam rantai distribusi pangan yang merugikan masyarakat. Dia menyebut adanya praktik manipulasi kualitas beras yang dijual dengan harga jauh lebih tinggi dari nilai sebenarnya.

Lebih lanjut, Amran menilai KopDes/Kel Merah Putih menjadi solusi paling realistis untuk memangkas rantai pasok sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Meski demikian, dia mengakui implementasi kebijakan ini tidak akan berjalan sempurna tanpa dukungan seluruh pihak.

“Middleman, nanti solusi tercepatnya adalah memang koperasi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Amran menambahkan KopDes/Kel Merah Putih juga akan diperkuat dengan peran sebagai penyerap hasil pertanian (offtaker) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan hasil produksi petani dapat terserap optimal dan tidak lagi terbuang akibat ketiadaan pembeli.

“MBG, offtaker dari 160 juta petani Indonesia. Offtaker-nya. Jadi dia membeli, tidak lagi ada kita dengar baru-baru ini, tomat dibuang. Kenapa? Ada yang menunggu MBG. Jadi MBG tidak berdiri sendiri,” jelasnya.

Dia menilai penguatan perputaran ekonomi di desa melalui KopDes Merah Putih dapat menciptakan dampak ekonomi yang besar. Menurutnya, jika perputaran ekonomi terus berulang dan terkonsentrasi di perdesaan, nilainya bisa berlipat ganda hingga mencapai ribuan triliun rupiah, sekaligus mendorong peredaran uang tetap berada di desa dan tidak mengalir ke perkotaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Raffi Ahmad Resmi Jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Dorong Semangat Gotong Royong dan Gaya Hidup Sehat
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Penembak Gama, Robig, Jadi Pengedar Narkoba dari Lapas Dipindah ke Nusakambangan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
DPP PDIP Ungkap Sosok yang Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Surabaya, Ternyata...
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Kapolri Dipanggil Presiden Prabowo ke Hambalang, Bahas soal Apa?
• 31 menit lalutvonenews.com
thumb
PDAM Kota Semarang pastikan pelayanan tak terpengaruh putusan PTUN
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.