Indonesia Peringkat Kedua Dunia soal Ketahanan Energi, Golkar Puji Duet Prabowo-Bahlil

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menilai capaian Indonesia di sektor energi global tidak lepas dari tangan dingin Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, penguatan kelembagaan strategis dan penempatan sosok yang tepat menjadi kunci di balik pengakuan dunia terhadap ketahanan energi Tanah Air.

BACA JUGA: Rumah Energi Maksimalkan Peran Koperasi Hijau untuk Dukung Pengembangan PLTS

“Saya melihat ada penggunaan kewenangan Presiden secara tepat dan terarah dengan menunjuk Pak Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM,” ujar Abdul Rahman dalam keterangannya, Kamis (23/4).

Langkah Strategis Presiden Abdul Rahman menjelaskan, langkah awal yang krusial adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi pada Januari 2025 melalui Keputusan Presiden. 

BACA JUGA: Bareskrim Sikat Mafia BBM-LPG Subsidi, Pertamina Pastikan Distribusi Energi Subsidi Tepat Sasaran

Satgas ini diberi mandat besar untuk mengintegrasikan kebijakan lintas kementerian agar tidak lagi terfragmentasi.

“Dalam struktur ini, Pak Bahlil memiliki posisi kunci sebagai Ketua Satgas. Ini membuat eksekusi kebijakan lebih terintegrasi dan tidak jalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Tak hanya itu, posisi Menteri ESDM kian diperkuat dengan jabatan Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN).

Desain kelembagaan yang matang ini membuat sektor energi Indonesia lebih adaptif dan gesit dalam merespons dinamika global.

Keberhasilan ini terbukti lewat laporan terbaru JPMorgan Asset & Wealth Management yang bertajuk Pandora’s Box: The Global Energy Shock of 2026. 

Dalam laporan tersebut, Indonesia nangkring di posisi kedua dunia dalam hal ketahanan menghadapi guncangan harga energi global.

Indonesia tercatat memiliki tingkat perlindungan energi mencapai 77 persen.

Kekuatan ini ditopang oleh sumber daya domestik yang melimpah seperti batu bara dan gas, serta kemampuan pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.

“Capaian ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil desain yang matang, inovasi kebijakan, dan eksekusi yang konsisten di lapangan,” tegas Abdul Rahman.

Masyarakat Diminta Beri Dukungan Di tengah ketidakpastian geopolitik yang menghantui dunia, stabilitas energi menjadi modal utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, Abdul Rahman mengajak publik untuk terus mendukung kebijakan strategis Kementerian ESDM.

Terutama, lanjut dia, dalam upaya memastikan ketersediaan BBM serta kebijakan penetapan harga yang stabil, baik untuk BBM bersubsidi maupun penyesuaian harga BBM Non-subsidi.

“Publik mesti memberi kesempatan dan mendukung langkah Kementerian ESDM dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat luas,” pungkas Abdul Rahman.(mcr8/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Dalami Peran Forum SATHU dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hari Buku Sedunia, Inilah Deretan 10 Karya Literasi dengan Nilai Jual Tertinggi di Dunia
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Perdamaian Myanmar, Soroti Syarat Ketat Pemilu Inklusif
• 1 menit lalupantau.com
thumb
Percepat Transisi Energi, Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Kendaraan Listrik Nasional
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Yovie Widianto Bawa Kuliah Umum di Unhas: Relasi Antara Manusia dan Teknologi Seharusnya Bersifat Kolaboratif
• 11 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.