Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Perdamaian Myanmar, Soroti Syarat Ketat Pemilu Inklusif

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia mendukung semua upaya yang bertujuan menciptakan perdamaian dan stabilitas politik di Myanmar dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis, 23 April 2026.

Ia mengungkapkan, "Intinya, segala upaya yang membawa kedamaian dan kestabilan politik di Myanmar, yang dilakukan oleh internal Myanmar sendiri, kita dukung."

Syarat Ketat Pemilu Myanmar

Sugiono menyatakan bahwa Indonesia menilai pemilu di Myanmar dapat diterima dengan sejumlah syarat utama yang harus dipenuhi.

Syarat tersebut meliputi kemampuan pemilu untuk mendorong perdamaian dan menghasilkan gencatan senjata di negara tersebut.

Selain itu, pemilu juga harus mendukung pelaksanaan konsensus lima poin yang telah disepakati dalam forum ASEAN.

Ia menambahkan bahwa pemilu harus berlangsung secara inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat Myanmar.

Dalam rangka menjaga objektivitas, Indonesia telah mengirimkan pengamat untuk memantau proses pemilu di Myanmar.

Sugiono menyampaikan bahwa jika pemerintahan baru Myanmar diakui secara inklusif oleh rakyatnya dan mampu menciptakan perdamaian, maka hasil tersebut perlu dihormati.

Dinamika Politik dan Kepemimpinan Baru Myanmar

Sugiono kembali menegaskan bahwa Indonesia mendukung setiap upaya internal Myanmar yang bertujuan menciptakan stabilitas politik dan perdamaian berkelanjutan.

Terkait kemungkinan kehadiran pemimpin baru Myanmar dalam KTT ASEAN di Filipina, ia menyebut keputusan masih menunggu perkembangan situasi dan akan ditentukan melalui konsensus negara-negara anggota.

Sementara itu, mantan pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing resmi dilantik sebagai presiden baru Myanmar pada 10 April 2026 setelah memenangkan pemungutan suara parlemen pada 3 April 2026 dengan perolehan 429 dari total 500 suara.

Pemilu tersebut merupakan yang pertama sejak 2020 dan berlangsung dalam tiga tahap antara Desember 2025 hingga Januari 2026 setelah hampir lima tahun pemerintahan militer diberlakukan sejak status darurat pada Februari 2021 akibat ancaman keamanan nasional.

Pemilu dimenangkan oleh Partai Persatuan, Solidaritas, dan Pembangunan yang sebelumnya pernah memimpin pemerintahan Myanmar pada periode 2011 hingga 2015, dengan Min Aung Hlaing maju sebagai kandidat presiden dari partai tersebut dan terpilih sebagai presiden Myanmar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perampok Bersenpi di Parkiran Masjid Langkat Ditangkap
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
TNI AD Ungkap Sudah Terbentuk 30 BTP dan 155 Yon TP
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Kemenhut Menyebut Hutan Papua Pegunungan Berpotensi Jadi Benteng Hutan Tropis Indonesia
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Menag Nasaruddin: Kita Harus Jadi Produsen Keilmuan Islam!
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Golkar Respons Usulan KPK Soal Capres Harus dari Partai
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.