BEIRUT, KOMPAS.TV - Militer Israel dilaporkan terus menghancurkan rumah-rumah penduduk di wilayah selatan Lebanon usai gencatan senjata. Israel dilaporkan meratakan rumah-rumah warga di wilayah Lebanon yang mereka duduki.
Pejabat-pejabat Lebanon menyatakan pihaknya akan memprotes aksi penggusuran sistematis oleh Israel tersebut. Delegasi Lebanon akan mengangkat isu tersebut saat perundingan dengan Israel digelar di Washington, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, militer Israel dilaporkan membatasi akses pemerintah Lebanon dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) ke daerah yang diduduki. Sehingga, otoritas Lebanon belum bisa mendapatkan data jumlah rumah warga yang digusur.
Militer Israel mengeklaim rumah-rumah yang dihancurkan digunakan sebagai pos oleh milisi Hizbullah. Namun, tindakan ini dikhawatirkan akan menghilangkan tempat tinggal penduduk yang saat ini mengungsi.
Baca Juga: Israel Sanksi 2 Tentara yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Dihukum Kurungan 30 Hari
Salah satu operasi penggusuran dilaporkan terjadi di Desa Beit Lif yang terletak sekitar 4 km dari perbatasan Israel. Warga di desa tetangga, Hassan Sweidan, menyebut pasukan Israel melakukan penggusuran secara bertahap.
"Mereka menggusur secara bertahap hingga sekarang mereka mencapai alun-alun. Anda bisa lihat, tidak ada lagi rumah yang tersisa," kata Sweidan, seperti dilansir Associated Press, Kamis.
Sweidan menyebut rumah-rumah warga di Desa Beit Lif masih berdiri ketika gencatan senjata Israel-Lebanon diberlakukan. Namun, pada hari kedua gencatan senjata, tentara Israel mendatangi desa dengan buldoser dan tank.
"Kami datang menyaksikan setiap hari seberapa banyak bagian desa yang digusur," katanya.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan penghentian operasi penggusuran akan menjadi salah satu prioritas yang dibahas dalam perundingan dengan pemerintah Israel.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- serangan israel ke lebanon
- lebanon
- israel lebanon
- Israel
- serangan Israel
- Israel serang Lebanon





