Taktik Bernardo Tavares Remuk Klub Kaya Raya Malut United: Menang Tanpa Ernando dan Bruno Moreira

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TERNATE — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai kekuatan yang tak bisa dipandang sebelah mata di Super League 2025/2026. Bertandang ke markas Malut United pada Kamis (23/4/2026) malam, Green Force sukses mencuri kemenangan penting dengan skor meyakinkan 2-0—hasil yang terasa semakin istimewa karena diraih di tengah tekanan tinggi dan tanpa beberapa pemain kunci.

Laga pekan ke-29 ini sejak awal sudah diprediksi berlangsung sengit. Malut United yang bermain di kandang langsung tampil agresif, mencoba mengontrol permainan sejak menit awal. Yakob Sayuri menjadi motor serangan utama, bahkan sempat menciptakan dua peluang berbahaya pada menit ke-3 dan ke-11. Namun, ketangguhan lini belakang Persebaya mampu meredam ancaman tersebut.

Persebaya sendiri bukan tanpa perlawanan. Dalam 15 menit pertama, Malik Risaldi dan Risto Mitrevski sempat mencoba membongkar pertahanan lawan. Sayangnya, penyelesaian akhir masih belum menemui sasaran. Tempo pertandingan pun meningkat seiring berjalannya waktu, dengan kedua tim saling jual beli serangan.

Momen krusial terjadi pada menit ke-38 ketika Malut United sempat mencetak gol melalui Yakob Sayuri. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit menilai terjadi handball oleh David da Silva dalam proses build-up. Keputusan ini menjadi titik balik penting dalam pertandingan, tidak hanya secara teknis tetapi juga psikologis.

Memasuki babak kedua, tekanan dari Malut United belum juga mengendur. Yakob Sayuri dan David da Silva terus mencoba menembus pertahanan Persebaya melalui berbagai skema serangan. Namun, di sinilah terlihat kecerdikan strategi yang diterapkan oleh pelatih.

Persebaya mulai mengubah pendekatan permainan pada menit ke-57. Masuknya Riyan Ardiansyah dan Koko Ari Araya menjadi langkah taktis yang efektif. Pergantian ini memberi energi baru di lini tengah, meningkatkan intensitas pressing sekaligus mempercepat transisi dari bertahan ke menyerang.

Perubahan tersebut terbukti menjadi titik balik permainan. Persebaya mulai lebih berani keluar menyerang dan memanfaatkan celah di lini belakang Malut United. Hasilnya terlihat pada menit ke-72 ketika Milos Raickovic berhasil memecah kebuntuan.

Menerima umpan matang dari Bruno Pereira, Raickovic dengan tenang menuntaskan peluang dan membawa Persebaya unggul 1-0. Gol ini tidak hanya mengubah skor, tetapi juga menggeser momentum sepenuhnya ke pihak tim tamu.

Setelah unggul, Persebaya tampil semakin percaya diri. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga aktif melancarkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan pertahanan Malut United. Disiplin dalam bertahan dan efisiensi dalam menyerang menjadi kunci utama.

Malut United mencoba merespons, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal menyamakan kedudukan. Sebaliknya, Persebaya justru mampu memanfaatkan situasi di penghujung laga.

Pada menit ke-90, Francisco Rivera memastikan kemenangan Persebaya melalui gol kedua. Memanfaatkan assist dari Riyan Ardiansyah, Rivera sukses menaklukkan lini belakang lawan dan mengunci skor menjadi 2-0.

Kemenangan ini terasa semakin spesial karena diraih di tengah keterbatasan skuad. Tanpa kehadiran beberapa pemain penting, Persebaya tetap mampu tampil solid dan efektif. Hal ini menunjukkan kedalaman skuad serta fleksibilitas taktik yang dimiliki tim.

Strategi yang diterapkan terbukti mampu “meremukkan” permainan Malut United yang dikenal memiliki kekuatan finansial besar dan skuad kompetitif. Persebaya tidak mencoba mendominasi secara penuh, melainkan bermain cerdas dengan memanfaatkan momentum dan kelemahan lawan.

Tambahan tiga poin ini membawa Persebaya kini mengoleksi 45 poin dari 29 pertandingan dan naik ke posisi keenam klasemen sementara. Mereka hanya terpaut dua poin dari Bhayangkara Presisi Indonesia FC yang berada di posisi keempat dengan 47 poin.

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Malut United yang harus turun ke posisi kelima dengan 46 poin. Persaingan di papan atas pun semakin ketat dengan selisih poin yang sangat tipis.

Sementara itu, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan 65 poin, diikuti Borneo Samarinda dengan 63 poin, dan Persija Jakarta di posisi ketiga dengan 59 poin. Namun, dengan tren positif yang sedang dimiliki, Persebaya kini menjelma menjadi ancaman serius bagi tim-tim di atasnya.

Performa konsisten dalam beberapa laga terakhir menjadi modal penting bagi Green Force. Tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain, tetapi kolektivitas tim menjadi kekuatan utama. Kontribusi pemain seperti Raickovic, Rivera, hingga Riyan Ardiansyah menunjukkan bahwa Persebaya memiliki banyak opsi dalam mencetak gol.

Di tengah ketatnya persaingan, satu hal menjadi jelas: Persebaya tidak lagi sekadar pelengkap di papan atas. Mereka adalah penantang serius yang siap menyalip kapan saja.

Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin menjadi sangat berharga. Momentum kini berada di tangan Persebaya Surabaya. Tinggal bagaimana mereka menjaga konsistensi dan memaksimalkan setiap peluang.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Green Force akan menjadi kejutan terbesar di akhir musim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Hari Ini Guncang Tapanuli Tengah Sumut, Cek Magnitudonya!
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Panggil Ustadz Khalid Basalamah Terkait Penyidikan Kasus Kuota Haji
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Mensos Instruksikan Tagana Perkuat Respons Cepat dan Tepat Sasaran
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PLN Masih Telusuri Penyebab Gangguan Listrik di Jakarta
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menginap di Trans Hotel Jakarta Hanya Rp900 Ribu/Malam, Diskon 50%
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.