REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penguatan ekosistem ekonomi terintegrasi menjadi fokus pelaku industri keuangan seiring meningkatnya kebutuhan transaksi yang cepat dan terhubung. Kolaborasi antara perbankan, pelaku usaha, dan konsumen dinilai kian penting untuk mendorong efisiensi serta memperluas aktivitas ekonomi.
Upaya tersebut tercermin dalam penyelenggaraan XPORIA 2026 di Balai Kota Jakarta pada 20–23 April 2026 yang mempertemukan berbagai sektor usaha dalam satu platform transaksi.
- Bank Daerah Dituntut Jadi Orkestrator Ekonomi, Ini Strategi Bank Jakarta
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun konektivitas ekonomi yang lebih terintegrasi. “XPORIA bukan sekadar pameran, tetapi ruang pengalaman yang mempertemukan merchant, nasabah, dan layanan perbankan dalam satu ekosistem. Ini bagian dari komitmen kami membangun konektivitas ekonomi yang lebih efisien dan terintegrasi,” kata Agus, Kamis (23/4/2026).
Dalam kegiatan itu, berbagai produk dari sektor kuliner, fesyen, emas, properti hingga otomotif dihadirkan dalam satu ruang interaktif. Pendekatan ini diarahkan untuk mendorong transaksi sekaligus memperkuat jejaring usaha dan literasi layanan keuangan digital.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Agus menilai penguatan ekosistem ekonomi terintegrasi menjadi kunci dalam memperluas kolaborasi dengan merchant dan meningkatkan aktivitas transaksi. “Melalui event ini kami ingin mempertemukan merchant dan nasabah agar dapat bertransaksi dengan lebih mudah dan efisien. Pada akhirnya, ini akan menggerakkan roda ekonomi Jakarta secara nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbankan tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai penghubung berbagai elemen ekonomi dalam satu ekosistem kolaboratif.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Jakarta Suharini Eliawati menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat peran perbankan daerah dalam mendukung ekonomi. “Ini menjadi langkah positif dalam memperkuat peran Bank Jakarta sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus penggerak ekosistem ekonomi,” kata Suharini.
Direktur Bisnis dan Syariah Bank Jakarta Dipo Nugroho mengatakan, sinergi antara layanan keuangan dan teknologi digital menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi yang inklusif.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menilai pendekatan kolaboratif diperlukan untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. “Ke depan kami terus mendorong inovasi layanan serta memperluas kolaborasi untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Arie.
Integrasi layanan dan kolaborasi lintas sektor diperkirakan akan menjadi strategi utama dalam memperkuat daya saing perbankan daerah di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.




