JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengapresiasi keberhasilan lonjakan cadangan beras nasional yang mencapai angka 5 juta ton.
Namun, Tamsil mengingatkan negara juga harus memastikan keadilan distribusi, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani sebagai aktor utama.
“Ketika pupuk tersedia, irigasi diperbaiki, dan kebijakan berpihak pada petani daerah, maka produksi meningkat. Tapi tugas kita belum selesai hasil produksi ini harus terdistribusi secara adil hingga ke seluruh wilayah, tanpa menciptakan disparitas baru,” ujar Tamsil dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Stok Beras Bulog Capai 4,95 Juta Ton, Pemerintah Soroti Capaian Pangan
Tamsil menegaskan, keberhasilan produksi nasional harus juga diiringi penguatan ekosistem pertanian di daerah secara menyeluruh.
Dalam hal ini, ia pun mengapresiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam hal menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi, perbaikan tata kelola distribusi, serta percepatan rehabilitasi jaringan irigasi di sentra produksi pangan daerah.
Selain itu, Tamsil menilai capaian 5 juta ton cadangan beras ini merupakan keberhasilan kolektif dan kerja keras para petani.
“Cadangan beras yang hampir menyentuh 5 juta ton ini harus dibaca sebagai keberhasilan kolektif, terutama kerja keras petani di daerah. Ini adalah fondasi penting menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” ucapnya.
Baca juga: Hadapi Godzilla El Nino, Mentan Pastikan Stok Beras Aman hingga 11 Bulan
Tamsil juga menilai capaian tersebut merupakan bukti konkret bahwa arah kebijakan pangan nasional berada di jalur yang tepat untuk memperkuat ketahanan pangan.
Lebih lanjut, Tamsil menilai program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto mulai membawa dampak dalam peningkatan produksi serta perbaikan kesejahteraan petani.
Dia pun mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan indeks harga yang diterima petani padi meningkat menjadi 144,52 pada Maret 2026 dari angka 137,94 pada Maret 2025.
“Ini indikator kuat bahwa kebijakan pangan tidak hanya fokus pada output produksi, tetapi juga menjaga nilai ekonomi yang diterima petani. Artinya kesejahteraan petani-petani di daerah ikut terdongkrak,” kata Tamsil.
Baca juga: Beras Bulog 5 Juta Ton, Amran: Bisa Kita Ekspor 500.000 Ton
Sebelumnya diberitakan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengumumkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Gudang PT Perum Bulog sudah mencapai 5.000.198 atau 5 juta ton.
Amran mengatakan, data tersebut mengacu pada data Bulog per pukul 08.55 WIB hari ini.
“Hari ini kita umumkan beras 5.000.198 ton. Itu berkat kerja keras kita semua,” kata Amran saat mengecek langsung Gudang Bulog bersama para pengamat dan awak media di JDP Karawang1 LogisticPark, Jawa Barat.
Baca juga: Bapanas Klaim 11 Pangan Surplus, Stok Beras Bakal Tembus 16 Juta Ton
Amran mengatakan, begitu melimpahnya stok beras, Bulog sampai harus menyewa gudang dari pihak swasta dengan kapasitas 2 juta ton.
Adapun kapasitas gudang Bulog di seluruh Indonesia mampu menampung 3 juta ton beras.
“Kita sudah sewa lagi kurang lebih 1.000.000 ton kapasitasnya,” ujar Amran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




