Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Acer Inc. menggelar Acer Edu Summit Asia Pacific 2026 di Jakarta pada 22–23 April 2026. Forum ini menyoroti integrasi kecerdasan buatan (AI) sebagai langkah penting dalam mendorong transformasi pendidikan di kawasan Asia Pasifik. Mengusung tema “Future-Ready Learning: AI, Innovation, and Human-Centered Education,” kegiatan ini menghadirkan delegasi dari berbagai negara, seperti Indonesia, Singapura, Korea Selatan, India, hingga Australia.
Pertemuan lintas negara ini menjadi ruang berbagi pengalaman serta memperkuat kolaborasi dalam penerapan teknologi pendidikan. Presiden Pan Asia Pacific Operations Acer Inc., Andrew Hou, mengatakan pentingnya kolaborasi regional dalam menghadapi perubahan pendidikan.
“Acer Edu Summit Asia Pacific mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam membentuk masa depan pendidikan melalui teknologi. Melalui forum ini, kami juga memperkuat kolaborasi regional antarnegara untuk bersama mendorong kemajuan bersama di bidang pendidikan. Kami percaya bahwa transformasi yang bermakna terjadi ketika inovasi berangkat dari kebutuhan manusia. Karena itu, ajang ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung pendidik, institusi, dan pembuat kebijakan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan siap menghadapi masa depan di seluruh Kawasan,” terang Andrew, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis, 23 April 2026.
Selama dua hari, forum membahas pemanfaatan AI dalam menciptakan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Diskusi menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital serta kesiapan pendidik dalam memanfaatkan teknologi secara efektif.
Pendekatan berpusat pada manusia menjadi sorotan utama. Teknologi ditempatkan sebagai alat pendukung untuk memperkuat peran pendidik, bukan menggantikannya. Model ini dinilai mampu mendorong sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Forum juga menghadirkan pemaparan dari peneliti MIT Media Lab terkait pengembangan Learning Foundry for AI and Robotics (FAIR). Inisiatif ini memanfaatkan AI untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Dr. Michael Lin bersama Wolfgang Gruel menjelaskan potensi AI dalam mengubah cara belajar, termasuk menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan nyata, terutama di lingkungan perkotaan yang terus berkembang.
Selain itu, Jun-Yu Fan dari Chang Gung University of Science and Technology memperkenalkan pendekatan “The Algorithm of the Nursing Soul,” yang menunjukkan pergeseran dari metode hafalan menuju pemahaman berbasis analisis dengan dukungan AI. Diskusi juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur untuk mempercepat penerapan AI di sektor pendidikan. Infrastruktur dinilai menjadi fondasi agar teknologi dapat dimanfaatkan secara merata dan efektif.
Kolaborasi antara pendidik, pembuat kebijakan, dan pelaku industri menjadi kunci dalam mempercepat transformasi tersebut. Sinergi lintas sektor dinilai mampu menghasilkan solusi yang lebih relevan dan berdampak luas. Acer Edu Summit Asia Pacific 2026 menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi perubahan di dunia pendidikan. Integrasi AI dinilai bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menciptakan sistem pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan zaman. Melalui forum ini, upaya mendorong pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi terus diperkuat di kawasan Asia Pasifik.
Editor: Redaktur TVRINews





